"Oh, maaf. Apa aku datang di waktu yang tidak tepat?" tanya Ayah Adrian. Fokusnya seketika tertuju pada tangan kami yang masih bertautan.Aku dan Adrian refleks menarik tangan, berusaha menetralkan suasana. Kami bergegas berdiri menghampiri mereka yang masih mematung di ambang pintu."Tidak, Ayah," jawab Adrian cepat. Ia melangkah mendekati ayahnya dengan wajah sedikit gugup. "Dia... adalah wanita yang pernah aku ceritakan pada Ayah. Mulai hari ini, Eli resmi bekerja di Klinik Aurora."Ayah Adrian tersenyum ramah padaku, sementara di sampingnya, Nikolai berdiri dengan tubuh menegang. Tatapannya padaku begitu sinis, seolah-olah ia sedang menonton sebuah pertunjukan yang menjijikkan."Oh... jangan-jangan dia adalah wanita yang kau gilai selama di Italia? Benar, kan?" tanya Ayah Adrian sembari menyikut putra sulungnya itu dengan binar jenaka di matanya.Aku tersentak. Apa aku tidak salah dengar? Adrian menyukaiku?Selama ini, aku me
Dernière mise à jour : 2026-04-10 Read More