"Kau jangan macam-macam, Nikol. Jika Moritz tahu kau mendatangiku malam ini, dia pasti akan menebas habis geng Dragon!" ancamku sembari terus melangkah mundur, mencoba menutupi kepanikan yang kian menguasai diri."Atas dasar apa Moritz akan melakukan itu padaku, hm?""Tentu saja, karena aku kekasihnya!" gertakku, melempar umpan terakhir yang kupunya.Jedug!Punggungku tiba-tiba menabrak permukaan jendela kaca yang dingin. Aku tersentak; aku sudah benar-benar terpojok dan tidak ada lagi ruang tersisa untuk melarikan diri. Bersamaan dengan itu, Nikolai sudah mengikis jarak hingga berdiri tepat di hadapanku, mengulas seringai penuh kemenangan yang absolut."Kau kekasih Moritz?" Ia tersenyum meremehkan sejenak, mengeluarkan kekehan sinis sebelum akhirnya menumpukan kedua tangannya di atas jendela kaca, mengunci pergerakanku di bawah kungkungan tubuh tegapnya. Wajah Nikolai kini berada begitu dekat, hingga aku bisa menghirup aroma ma
Read more