Nikolai mendadak menghentikan langkah tegapnya saat sepasang manik matanya tanpa sengaja bertabrakan langsung denganku. Pria itu tampak tercengang menatapku selama beberapa detik yang menegangkan, sebelum akhirnya ia memutus kontak mata, kembali berbicara dengan petinggi polisi di sebelahnya, lalu beranjak pergi ke tempat lain seolah-olah kami tidak saling mengenal."Nona... mari kita lanjutkan perjalanan," ucap petugas polisi yang hendak mengantarku untuk bertemu Gideon tadi, membuyarkan fokusku.Aku masih membeku di tempat, sama sekali tidak berniat untuk menanggapi ucapan petugas itu. Pandanganku masih terus tertuju lurus pada punggung tegap Nikolai yang kian menjauh menyusuri koridor."Biar aku saja yang mengantarnya," timpal Levin, tiba-tiba memotong pembicaraan."Baiklah, kalau begitu aku tinggal." Petugas tadi mengangguk lalu melangkah pergi.Levin kemudian memiringkan kepalanya sedikit, meneliti raut wajahku dengan gerak
Read more