Teilen

214

last update Veröffentlichungsdatum: 08.07.2026 22:43:33

“Apa kau sudah melupakanku?”

Deg…

Pertanyaan itu membuat Tao Mo berhenti.

“Kita bahas itu nanti,” ucapnya tanpa menoleh.

Tao Mo berusaha bersikap profesional, namun terlihat ia mengepalkan kedua tangannya kuat. Tao Mo berjalan ke arah pintu, lalu membukanya ia mempersilakan Lu Lixin untuk keluar lebih dulu.

Saat Lu Lixin berada tepat di depan Tao Mo, terlihat tubuhnya menegang namun ia segera memalingkan pandangan matanya.

Tepat pada saat itu Selir Cui keluar dengan membawa kantong kecil. Saat
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   246

    “Kalian apa yang terjadi pada kalian?”“Ini kami tadi masuk ke dalam jebakan lalu berhasil keluar dari sana,” ucap Lien Hua beralasan.Senior tidak curiga akan hal itu, karena banyaknya jebakan di hutan racun tadi membuat mereka mempercayai ucapan kedua rubah ini. “Cih!” decih Xue Yan kesal dengan mereka. “Sudah cepat masuk barisan,” perintah senior. Mereka berdua berjalan ke samping Lian Wei, karena kebetulan barisan di sebelah Lian Wei masih kosong. Lien Hua memperhatikan wajah Lian Wei. Ia sempat terkejut melihatnya. Namun ia menjadi lebih lega setelah melihat tahi lalat di pelipis kiri Lian Wei. ‘Kupikir jalang itu masih hidup,’ batin Lien Hua.‘Ini, dia bukan jalang itu. Dia kan sudah mati terkuras darahnya. Tidak mungkin bisa selamat dari hal itu, semua orang di istana sudah mengetahui kabar meninggalnya putri pertama,’ batin Lien Hua meyakinkan diri.‘Lien Hua, Mayleen tunggu pembalasanku,’ batin Lian Wei dengan tangan yang terkepal kuat menahan untuk tidak menyerang kedua

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   245

    “Tapi kenapa akademi memiliki hutan ini?” tanya Xue Yan. Mereka semua terdiam, tidak ada yang menjawab pertanyaan itu. Hingga akhirnya Lian Wei yang menjawabnya.“Konon hutan ini adalah jalan satu-satunya menuju Kolam Teratai Emas. Kolam Teratai Emas itu memiliki banyak khasiat, namun jika di konsumsi orang itu akan kehilangan kesadaran dan menjadi tidak terkendali. Sifatnya hanya pemakaian luar saja,” jelas Lian Wei.“Apakah seberbahaya itu, Li Xinhua?” tanya Xue Yan.“Tidak jika seorang ahli bela tinggi yang memiliki tingkat ketinggian yang setara atau hampir menyamai dengan dewa.”“Itu sangat mustahil,” ucap Mingmei.“Aku baru tahu ada hal seperti ini. Tadi kau bilang hutan ini adalah jalan satu-satunya. Berarti untuk masa kini harusnya ada jalan lain untuk sampai pada kolam?” tanya Xie Nian ragu.“Kau benar Xie Nian. Tapi aku tidak tahu jalan lainnya. Hanya Kaisar Li dan Adipati Xinxi yang mengetahui jalan ini.”“Berarti kedua orang yang curang tadi…”“Kau benar Xue Yan, mereka p

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   244

    “Menarik sekali anak-anak itu,” ucap seorang pria dari menara terbengkalai, lalu ia segera pergi dari jendela tersebut. Lian Wei dan Xue Yan jauh tertinggal dengan yang lain namun keberuntungan selalu berpihak pada mereka. Lian Wei melihat dua kelinci putih sedang bersembunyi. Ia menyuruh agar Xue Yan jalan perlahan lalu Lian Wei menebarkan bubuk putih di depan mereka. Tak lama kelinci itu terjatuh. “Ah Li Xinhua bukankah kita tidak boleh membunuh dengan racun?”“Kau tenang saja mereka hanya tertidur. Ini satu untukmu, kita harus segera mencari cara jalan keluar dari sini.”“Li Xinhua kau dapat apa?” tanya Mingmei.Lian Wei menunjukan buruannya.“Wah kelinci, aku hanya dapat burung,” ucap Mingmei.“Yang penting dapat.”“Li Xinhua… ini beneran untukku?”“Iya untukmu, ayo pergi sebelum gelap.”“Wah terimakasih, ayo pergi.”Mereka semakin memasuki hutan mencari jalan untuk mencapai Kolam Teratai Emas. “Berhenti!” seru Lian Wei tiba-tiba.Tanpa menunggu penjelasan, ia memungut sebuah b

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   243

    “Apa yang kau lihat?” “Uh…” Mingmei terkejut dengan kehadiran Tianzhi. Ia refleks memukul Tianzhi dengan kuat.“Aduh!”“Bikin kaget aja,” ucap Mingmei sambil mengelus dadanya.“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Mingmei.“Jawab pertanyaanku dulu.”“Itu lihat,” Mingmei membuka sedikit tirainya agar Tianzhi melihatnya.Kemudian ia menatap Mingmei aneh.“Itu putri?” bisiknya pelan.Mingmei mengangguk pelan.“Ayo pergi, biarkan mereka berdua.”“Kau belum menjawab pertanyaanku.”“Ah… aku ingin memberitahu bahwa pangeran akan kembali ke istana dulu.”“Baiklah akan ku sampaikan pada nona,” ucap Mingmei.Lalu mereka pergi dari sana, sementara itu Mayleen pergi lebih dulu setelah puas mengobrol dengan Li Xinhua. Disaat para murid berbondong-bondong masuk ke akademi. Lian Wei masih asik dengan dunianya. Tiba-tiba pikirannya melayang pada ingatan masa lalunya saat ayahnya mengantar ia masuk ke sekolah militer.“Ayah…” lirih Lian Wei pelan.Lalu ia segera bersiap, ia turun dan mencari Mingmei

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   242

    Setelah kembali Mingmei pergi menemui Lian Wei. Ia memberikan perlengkapan yang tadi diterimanya dari akademi.“Nona daftar ulang akan dilakukan besok, hari ini aku mendaftar untuk mendapatkan pakaian akademi. Agenda besok selain daftar ulang akan dilakukan tes kemampuan.”“Itu mudah saja.”“Lalu nona, hari ini aku bertemu Mayleen. Ia masih menjual alat tulis yang dibelinya.”“Ah benar, karena urusan Bao Yu dan Anming kemarin aku jadi melupakannya.”“Lalu rencana apa yang akan anda lakukan?”“Bertemu dengannya.”Lian Wei tersenyum licik, lalu ia mengambil kertas dan mulai menulis pesan. Setelah selesai ia memberikan itu pada Mingmei.“Berikan ini pada Mayleen.”Mingmei membaca isi suratnya lebih dulu.“Bertemu di kedai teh Xinxin, sepertinya ini sebuah jebakan.”“Aku tidak sejahat itu Mingmei.”Mingmei menatap penuh selidik pada Lian Wei.“Ya ya, anda yang paling baik,” ucapnya lalu keluar dengan memberikan kode dengan mengangkat suratnya.“Pergilah.”Mingmei meminta seseorang untuk m

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   241

    “Apa? Nona yang benar saja?” Mingmei tidak habis pikir dengan kelakuan nonanya. “Persiapkan semua kebutuhan pendaftaran besok, lalu tanyakan juga pasokan alat tulisnya.” “Baik nona,” ucapnya lalu memberi hormat dan segera pergi dari sana. “Wei Heng,” panggil Lian Wei. Wei Heng yang berdiri di depan kediaman Lian Wei segera masuk. “Ya nona?” “Panggilkan Tao Mo dan Lu Lixin.” Setelah mendengarkan perintah dari Lian Wei, Wei Heng segera pergi mencari kedua orang yang tersebut. Tak lama kemudian Tao Mo dan Lu Lixin sudah berada di kediaman Lian Wei. “Anda memanggil nona?” ucap keduanya bersamaan. “Ya, aku akan pergi ke akademi besok. Untuk itu aku ingin kalian mengawasi gerak gerik Selir Cui dan Lixin pastikan kaisar meminum obat yang kau tukarkan itu. Laporkan semua hal yang terjadi di sana.” “Saat kau bertemu Kasim Chen atau kedua pangeran, katakan padanya bahwa kau datang sebagai pelayan kaisar yang dikirim Nona Xinxin untuk membantu pemulihan.” “Baik tuan,” ucap mereka

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   20

    Sementara itu di kediaman Selir Cui, ibu dan anak itu tertawa bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar."Aku tak menyangka dia sebodoh itu." Lien Hua tersenyum puas."Dasar sampah! Bu coba bayangkan, apakah sekarang dia sedang muntah-muntah dan gatal-gatal? Hahaha.""Hahaha sudah pasti itu..

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   18

    Sebelum tidur Lian Wei memeriksa nadinya, ia merasa ada yang tidak beres dengannya."Bukankah racunnya sudah dikeluarkan? Kenapa tubuh ini tetap lemah?"Tanpa pikir panjang ia segera memanggil Mingmei untuk memanggilkan Tabib Luo. Dengan tergesa Mingmei pergi menemui Tabib Luo, sementara Lian Wei mu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   16

    "Ada apa ini?" tanya Xiu Juan."Nona ini memaksa untuk dilayani lebih dulu, padahal ia datang diakhir.""Maaf nona ini adalah kebijakan rumah makan kami, jika anda tidak terima anda bisa pergi.""Kak sudahlah ayo pergi.""Tidak! Panggilkan tuan kalian kesini!""Mohon maaf tuan kami sedang tidak ada

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   15

    Setelah amarahnya reda Xiuhuan menimbang-nimbang apakah harus dilaporkan pada Kaisar atau tidak."Ah apa peduli ku biarkan saja," ucapnya lalu pergi tidur.Keesokan paginya Changhai datang mengunjungi Lian Wei, ia akan mengajaknya untuk membeli tanaman sesuai dengan janjinya."Kak kenapa kau kemari

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status