Shanum melangkah pelan, matanya waspada menyapu ke arah jendela kamar orang tuanya yang sudah gelap. Hanya tiga meter dari pagar rumah, sebuah mobil SUV berwarna hitam terparkir dengan mesin mati dan lampu padam.Begitu Shanum mendekat, pintu penumpang terbuka dari dalam. Tanpa menunggu sedetik pun, Shanum menyelinap masuk.“Cepat jalan, Mas,” bisik Shanum dengan suara bergetar. Jantungnya bertalu hebat, seolah ingin melompat keluar dari rongga dadanya.Prana tak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya memberikan anggukan kecil yang menenangkan. Dengan gerakan tenang sekakigus cekatan, ia menyalakan mesin. Menginjak pedal gas, dan membawa mereka pergi menjauh dari rumah Bobby.“Kamu dingin banget, Sayang,” ujar Prana lembut. Ia meraih tangan kiri Shanum, menggenggam jemari yang membeku itu dengan erat, lalu membawanya ke atas tuas transmisi.“Aku nggak nyangka bisa seberani ini, Mas. Menipu Ibu dan Ayah, kabur tengah malam seperti ini. Rasanya kayak aku lakuin kejahatan besar, padahal ak
Read more