“Mas, kapan kamu beli rumah ini?” tanya Shanum, jari-jarinya menelusuri pola otot di dada telanjang Prana sambil menempelkan kepalanya di sana.“Sebelum aku sewa rumah kamu dulu,” jawab Prana santai, sebelah tangannya mengusir helai rambut yang menutupi dahi istrinya.Shanum langsung mendongak, matanya membelalak tak percaya.“Jadi kamu sebenarnya udah punya rumah ini, terus kamu juga punya apartemen, tapi kamu sengaja tetap sewa lantai dua?”“Iya.”“Mas beneran sengaja pindah ke sana?” cecar Shanum, napasnya sedikit memburu. “Buat apa, Mas?”Prana tersenyum tipis, mengecup sekilas puncak kepala Shanum.“Aku dengar dari Tiara hubungan pernikahan kamu harmonis. Aku cuma mau tahu sejauh mana keharmonisan kalian, terus aku pengen lihat respons kamu pas lihat aku lagi.”“Kamu sengaja mau ganggu rumah tangga aku?!” protes Shanum, memukul pelan dada suaminya.“Jujur iya,” aku Prana tanpa rasa bersalah. Pria itu mempererat dekapannya.“Maaf sayang, jujur aku masih kesal sama kamu, Num. Selam
Baca selengkapnya