“Mmm... eugh...”Shanum mengerjap pelan, mengumpulkan kesadarannya yang pecah. Ia merasakan sensasi hangat, basah, dan geli di area dadanya terasa begitu nyata.Sambil Shanum melenguh halus, tangannya refleks memegang sprei di bawah tubuhnya. Ia menunduk dan mendapati kepala Prana berada di atas payudaranya. Pria itu tengah sibuk mengulum putingnya yang mengeras.“Mas...” lirih Shanum terkejut, suaranya parau dan terengah ringan.Prana menghentikan kulumannya, melepaskan puncak dada Shanum perlahan hingga meninggalkan jejak basah yang berkilau. Pria itu mendongak, menyunggingkan senyum tipis penuh dosa dengan binar mata yang redup oleh gairah.“Maaf, Sayang. Aku gak berniat bangunin kamu,” bisik Prana rendah, membelai pipi Shanum yang merona.“Lagi apa kamu, Mas?” tanya Shanum, berusaha menetralkan napasnya yang mendadak memburu. Shanum melirik jam dinding, menunjukkan pukul dua pagi.“Boleh ya, Sayang?” tanya Prana, memohon tanpa benar-benar menunggu izin.Tangan Prana yang berada di
Baca selengkapnya