Share

Extra Part 9

Author: QueenShe
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-05 19:00:58

“Pelan-pelan ya, Nak. Nanti Ayah yang ngomong sendiri sama Ibumu. Yang pasti, Ibumu itu sebenarnya sayang banget sama Prasha,” ucap Bobby menenangkan, tangannya terulur menepuk pundak Prana dengan pelan.

Prana mengangguk kaku, meski rahangnya masih mengeras tipis mengingat perlakuan Ani barusan. Pria itu menoleh menatap istrinya sekilas, memberikan ruang bagi Shanum untuk mengambil keputusan terbaik bagi keluarganya.

Bobby kembali menarik napas panjang, merapikan kerah kemejanya sebelum melanju
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Satu Kali Lagi, Mas   ENDING STORY

    Shanum melangkah masuk melewati pintu kaca otomatis klinik dengan tangan kanan menenteng makanan.Putranya yang kini sudah menginjak usia tujuh tahun baru saja selesai les matematika di ruko seberang jalan dan dijemput oleh sopir keluarga untuk langsung pulang ke rumah bersama kakeknya.Di balik meja pendaftaran, Siska dan Mira langsung mendongak begitu bel pintu berbunyi. Dua perawat yang sudah sangat akrab dengan Shanum itu langsung melemparkan senyuman lebar.“Eh, Bu Shanum! Baru selesai nganterin Mas Prasha, ya?” sapa Siska ramah sambil berdiri dan merapikan tumpukan berkas rekam medis.Shanum mengusap pelan perut buncitnya yang menyimpan kehamilan anak kedua mereka. “Alhamdulillah sehat, Siska, Mbak Mira. Ramai banget kelihatannya hari ini? Kursi tunggu hampir penuh semua.”Mira mengangguk sambil menunjuk papan jadwal praktik di dinding.“Iya, Mbak. Antrean pasien dr. Prana masih panjang banget di dalam. Ja

  • Satu Kali Lagi, Mas   Babak Baru 3

    Suasana makan siang yang terhidang di meja makan terasa begitu kaku. Meskipun Ralin berulang kali melempar senyum dan mengajak mengobrol, kecanggungan tetap menyelimuti ruangan tersebut.Begitu mereka beralih ke ruang keluarga untuk menemani Prasha bermain mobil-mobilan. Canda tawa balita dua tahun itu gagal mencairkan atmosfer yang tegang.Ani tampak duduk kaku di sofa pojok, gerak-geriknya serba salah setiap kali tatapannya beradu dengan Ralin.Shanum yang duduk di sebelah Prana pun ikut merasakan sesaknya, terus-menerus meremas jemari suaminya karena khawatir pembicaraan masa lalu akan mendadak meledak.Setelah dua jam terjebak dalam kecanggungan yang melelahkan, Ani tiba-tiba berdiri dari duduknya. Wanita paruh baya itu menarik napas panjang, lalu menatap lurus ke arah Ralin dengan sorot mata yang sulit diartikan.“Ani, kita bicara sekarang ke taman belakang?” ajak Ralin datar.Permintaan itu kontan membuat seluruh orang di r

  • Satu Kali Lagi, Mas   Babak Baru 2

    “Ani...”Ralin menyebut nama perempuan yang menghancurkan rumah tangganya dulu dengan nada datar namun terdengar begitu menusuk di telinga.Mendengar suara keributan kecil di pintu depan, langkah kaki Prana dan Bobby terdengar mendekat dari arah taman belakang.Prana yang tadinya sedang mengobrol santai dengan ayah mertuanya seketika menghentikan langkah begitu melihat sosok sang ibu berdiri di ambang pintu utama.“Mama?” ucap Prana kaget, mempercepat langkahnya bersama Shanum menghampiri pintu depan.Prana dan Shanum segera merapat ke dekat pintu, berdiri berdampingan untuk mencairkan ketegangan yang mendadak menyergap ruangan.Di belakang mereka, Bobby berdiri kaku dengan napas tertahan, tak berani melangkah lebih dekat.Meskipun Bobby dan Ralin sudah lama berdamai dan menjalin hubungan silaturahmi yang baik demi anak-anak mereka, pertemuan langsung antara Ralin dan Ani di tempat privat seperti ini adalah yang pertama kalinya terjad

  • Satu Kali Lagi, Mas   Babak Baru 1

    “Shanum, kapan ibu mertuamu datang kesini?” tanya Ani memecah keheningan di ruang tamu yang sejuk.Hari ini Ani dan Bobby tengah berkunjung ke kediaman Shanum dan Prana. Meskipun interaksi antara Ani dan menantunya itu masih tampak kaku dan berjarak,Bobby tak pernah kehabisan akal untuk mencairkan suasana. Pria paruh baya itu sering mengajak istrinya berkunjung dengan dalih menengok cucu kesayangan mereka, Prasha.Saat ini, Prasha baru saja terlelap siang di kamarnya, memberikan waktu bagi Shanum dan Ani untuk duduk berdua di ruang tamu. Sementara itu, Bobby dan Prana tampak berada di area taman belakang, larut dalam obrolan santai.“Mama masih di Bali, Bu. Katanya masih belum bisa ke sini dalam waktu dekat. Rencananya malah keluarga kecil kami yang mau ke sana minggu depan,” jawab Shanum jujur.Ani mengangguk-angguk kecil, namun raut wajahnya seketika berubah mengeras. Garis-garis ketegangan tampak jelas di sekitar bibirnya yang terkatup rapat.

  • Satu Kali Lagi, Mas   Extra Part 11

    “Maafin, Shanum ya, Bu.”Suara Shanum terdengar lirih, air mata yang sempat tertahan kembali mendesak ingin keluar.“Selama ini Shanum jarang datang ke sini karena takut bikin Ibu marah. Sebenarnya Shanum kangen sama Ibu.”Ani menoleh menatap anak sulungnya dengan helaan napas berat. Gengsi yang selama bertahun-tahun dipelihara wanita paruh baya itu masih tampak jelas dari cara rahangnya mengeras dan bibirnya terkatup rapat.Ia memalingkan wajah ke arah jendela samping, enggan langsung memberikan respons atas kejujuran yang baru saja dilontarkan anak sulungnya.Melihat kebisuan sang ibu, Shanum tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini. Tanpa ragu, wanita itu beranjak dari kursinya, berjalan mendekati kursi Ani, lalu berlutut dan bersimpuh tepat di hadapan ibunya.Shanum meraih kedua tangan wanita paruh baya itu, menggenggamnya erat dengan tangan yang sedikit bergetar.“Maafin Shanum ya, Bu,&rdqu

  • Satu Kali Lagi, Mas   Extra Part 10

    Dua bulan penuh berlalu dengan ritme yang jauh lebih tenang. Prasha semakin sering menghabiskan waktu di rumah kakek dan neneknya, bahkan sesekali menginap atas izin Shanum dan Prana.Hubungan di dalam keluarga besar itu perlahan mencair, meski dinding pembatas antara Shanum dan Ani belum sepenuhnya runtuh.Hingga suatu sore menjelang petang, ponsel di tas Shanum berdering nyaring. Nama Tiara tertera di layar.“Mbak Num, nanti malam bisa kesini?” suara Tiara terdengar dari seberang sambungan telepon. “Jemput Prasha sekalian makan malam di sini ya. Ayah pesan makanan banyak.”“Tapi Mas Prana lagi ada tindakan operasi di rumah sakit, Ra. Mungkin pulangnya malam banget,” jawab Shanum seraya merapikan dokumen di meja kerjanya. “Jadi aku kesana sendiri aja.”“Oke Mbak, pokoknya datang ya,” pinta Tiara sebelum langsung menutup sambungan telepon.Tiga puluh menit kemudian, taksi online yang ditumpangi Shanum berhenti di depan halaman rumah Bobby.Begitu pintu utama dibuka, aroma harum masaka

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 4

    Fadil melangkah lebar memasuki klinik baru milik Prana, tangannya mencengkeram pergelangan tangan Shanum, seperti menggiring tawanan menuju ruang interogasi. Shanum hanya bisa menunduk mengikuti langkah Fadil. Jantungnya bertalu hebat saat langkah mereka berhenti di depan pintu kamar yang kini tel

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 3

    “Makan yang banyak, Pran. Anggap saja rumah sendiri,” ujar Fadil akrab, sembari menyuap nasi dengan lahap. “Gimana? Sudah nyaman di atas?” Meja makan malam itu terasa seperti panggung sandiwara yang menyesakkan bagi Shanum. Aroma harum nasi hangat kalah oleh aura dominasi Fadil dan intensitas tata

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 2

    Shanum sudah berganti pakaian dengan daster katun sederhana yang tertutup hingga ke lutut, rambutnya sudah diikat rapi. Ia duduk di sisi sofa, berseberangan dengan Prana yang duduk tenang sambil sesekali melirik padanya. Fadil duduk disebelah Shanum, tampak sangat bersemangat. Kontras dengan dua

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 1

    “Aah… aku udah gak tahan… Aahh Shanum…” Tidak sampai tiga menit, erangan itu adalah tanda berakhirnya segalanya. Tanpa pemanasan, tanpa kecupan, apalagi usaha untuk memuaskan istrinya. “Sudah, Mas?” tanya Shanum getir. Fadil mencapai pelepasannya yang ia butuhkan, menyisakan kekosongan bagi S

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status