Perpustakaan besar di sayap timur mansion Vance tenggelam dalam pendar lampu meja yang temaram ketika jam dinding antik berdentang dua kali, menandakan waktu telah melewati tengah malam. Ruangan yang biasanya sunyi itu kini dipenuhi tumpukan tebal kitab hukum dagang, draf konstitusi korporasi, dan peta navigasi maritim.Di kepala meja panjang, Alana duduk dengan punggung tegak. Rambut pendeknya yang dipotong kasar tampak tertata rapi di balik daun telinganya. Di hadapannya, duduk Albert, pengacara senior berkepala penasihat hukum keluarga Vance selama tiga dekade. Pria tua itu terengah-engah, menyeka keringat di dahinya dengan saputangan. Ia tidak pernah menyangka akan dipanggil secara darurat oleh Nyonya Muda yang dikabarkan sedang lumpuh oleh depresi, hanya untuk diinterogasi mengenai seluk-beluk bisnis maritim."Nyonya Alana, dengan segala hormat," Albert berucap, suaranya parau karena telah berbicara selama empat jam tanpa henti. "Hukum akuisisi paksa (hostile takeover) yang dilak
Read more