Malam di mansion Vance terasa lebih dingin dari biasanya, seolah dinding-dinding marmer itu ikut membeku bersama hati penghuninya. Di dalam kamar bayi yang temaram, Alana terduduk lesu di lantai, bersandar pada boks bayi yang masih kosong. Di tangannya, terselip selembar kertas yang terselip di bagian paling belakang map kulit milik Julian—sebuah surat yang belum sempat ia baca sepenuhnya tadi. Itu adalah tulisan tangan terakhir ibunya, Martha, yang ditujukan untuk ayahnya, Hadi. Surat itu tidak berisi kutukan, melainkan sebuah visi yang mengerikan sekaligus mengharukan. "...Hadi, jika suatu saat rahasia ini terbongkar dan kebencian antara kita dan keluarga Vance memuncak, ingatlah satu hal. Dendam hanya akan melahirkan dendam. Aku bermimpi, suatu saat nanti, keturunan kita dan keturunan Adrian Vance tidak lagi saling memburu, melainkan bersatu. Hanya dengan menyatukan dua darah inilah, kutukan sejarah ini bisa berakhir. Biarkan cinta menjadi penebus bagi dosa-dosa yang kita lakukan
더 보기