Kobaran api kemarahan yang membaptis Alana di depan brankas senjata tempo hari rupanya hanyalah sumbu pendek yang membakar sisa-sisa kekuatan terakhirnya. Begitu langkah kakinya kembali menginjak lantai marmer kamar tidur utama mereka di mansion, energi itu menguap tanpa bekas. Lonjakan adrenalin yang sempat mengubahnya menjadi sosok Nemesis penuntut balas luruh, meninggalkan kekosongan psikologis yang teramat dalam dan menghanyutkan.Alana ambruk di atas ranjang king-size berkelambu kelabu. Sejak hari itu, ia menolak untuk bangkit.Tirai sutra tebal sengaja dibiarkan terbuka setengah, membiarkan cahaya matahari berganti menjadi temaram bulan, lalu kembali menjadi fajar. Selama belasan jam, Alana hanya berbaring miring, menatap kosong ke arah jendela besar yang menampilkan siluet dahan pohon yang bergoyang ditiup angin. Tubuhnya ada di sana, bernapas pelan, namun jiwanya seolah telah tersedot habis, terperangkap di dalam labirin sunyi yang tidak memiliki jalan keluar."Nyonya Muda, sa
อ่านเพิ่มเติม