Lampu meja kerja di ruangan utama Julian memancarkan pendar keemasan yang sunyi, membelah kegelapan malam yang kian larut. Alana Vance duduk tegak di atas kursi kulit kebesaran suaminya. Jemarinya yang lentik bertumpu di bawah dagu, menatap tajam ke arah layar monitor besar yang menampilkan puluhan petak rekaman CCTV area domestik mansion.Di sampingnya, Albert berdiri tegak, mengoperasikan papan tik dengan kecepatan yang konstan. "Kami telah memfilter seluruh aktivitas dapur dalam kurun waktu empat puluh delapan jam terakhir, Nyonya Utama," ucap Albert, suaranya rendah dan teratur. "Perhatikan petak nomor empat, pada pukul enam belas sore kemarin."Layar monitor memperbesar rekaman di lorong belakang pantry. Di sana, siluet Haryo—staf pelayan senior mereka—tampak berdiri dengan gelisah di dekat pintu darurat. Beberapa detik kemudian, Valerius Vance muncul dari balik bayangan, menyerahkan sebuah koper kecil dan botol kaca berukuran mini. Rekaman itu begitu bersih, menangkap detail per
Read more