Aku jatuh ke pelukan Derry. Lengannya langsung melingkari tubuhku.“Ups,” kataku sambil mendongak menatapnya. Wajah kami begitu dekat hingga aku bisa merasakan napasnya.“Kau mabuk,” katanya dengan suara berat dan serak.“Tidak,” kataku. Tanganku menyentuh dadanya dan merasakan jantungnya berdebar kencang. “Aku sadar sepenuhnya.”Di bawah sinar bulan, sorot matanya sedalam samudra.Aku melihat ada rasa lapar di sana, dan sesuatu yang lain. Sesuatu yang sedang dia coba tekan kuat-kuat.Aku berjinjit, lalu menciumnya.Derry menegang sesaat. Kemudian, kehilangan kendali sepenuhnya.Tangannya meremas rambutku, lalu menarikku erat ke arahnya.Ciuman itu seperti sebuah invasi. Lidahnya menyapu ke dalam mulutku, terasa posesif dan menuntut, melahap apa yang menjadi miliknya.Punggungku membentur dinding. Tubuhnya menempel erat ke tubuhku. Aku bisa merasakan betapa panas dan keras dirinya.“Lisa ....” desahnya di bibirku, suaranya terdengar serak dan seksi.Kakiku menjadi lemas, sampai hampir
Read more