Short
Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci

Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci

By:  PeachyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
12Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku menghadang tembakan demi pacarku, Luki. Saat sadarkan diri, aku memutuskan untuk melakukan sedikit trik padanya. Aku bilang padanya kalau aku terkena amnesia. Aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan. Namun, aku justru melihat kilatan rasa gembira di sorot matanya. Tapi selanjutnya, Luki membawa sepupunya yang bernama Derry. Dia adalah Sang Ketua, bos dari keluarga mafia. "Ini tunanganmu, Derry. Kalian sudah bertunangan selama dua tahun." Derry, pria yang konon sangat membenciku itu, sekarang dia menatapku seolah aku adalah seluruh dunianya. "Iya," katanya. "Aku tunanganmu." Baiklah. Aku akan ikuti permainan ini. Aku perlu tahu apa yang sedang dimainkan Luki. Malam itu, aku melihat rekaman kamera pengawas saat di rumah Derry. Luki terlihat sedang di ranjang dengan wanita lain. Luki menciuminya seperti kelaparan, merasuki tubuhnya, dan bahkan menjelek-jelekkan aku. "Biar sepupuku menjaga Lisa sebentar. Dia sangat posesif. Kaulah yang benar-benar kubutuhkan, Shelly." Hatiku hancur berkeping-keping. Dia menyerahkanku pada pria lain karena ingin bersenang-senang. Baiklah. Aku juga bisa. Jadi, aku juga akan mencari tunangan baru. Aku mengenakan gaun pengantin, lalu mencium Derry, sebuah ciuman yang dalam dan membara tepat di depan Luki. Dan, saat itulah dia akhirnya menyesal. Dia kehilangan kendali, mengatakan bahwa dia sudah salah dan memohon agar aku kembali padanya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku menghadang tembakan demi Luki, pacarku yang merupakan seorang mafia, saat diserang oleh keluarga musuh. Saat aku tersadar, dia mengira aku terkena amnesia. Jadi, dia bilang bahwa aku adalah tunangan sepupunya. Dan sepupunya yang bernama Derry adalah Sang Ketua, bos mafia.

"Bella? Kau sudah sadar?"

Suara Luki terdengar dari samping tempat tidur. Dan, nada suaranya terdengar ... gugup.

Aku membuka mata. Langit-langit rumah sakit berwarna putih bersih.

Kepalaku berdenyut, tetapi pikiranku masih tajam.

Kenangan itu menghantamku.

Pesan singkat dari sahabatku yang berisi foto Luki dengan wanita lain. Aku pun langsung menyerbu kasino untuk melabraknya.

Kemudian, timbullah kekacauan dan baku tembak. Aku melemparkan diri di depan Luki.

Peluru itu mengenai pelipisku.

Aku menyelamatkan nyawanya yang tak berharga.

"Kepalaku sakit," kataku dengan suara lemah. Aku memperhatikan wajahnya yang terlihat cemas.

Lalu, sebuah ide muncul di benakku, aku berencana memainkan sebuah trik kecil.

Karena bajingan ini tidak menghargaiku, maka sudah waktunya untuk memberi dia pelajaran.

"Siapa ... siapa kau?" Aku menatapnya, berpura-pura bingung.

Mata Luki membelalak. "Bella, kau benar-benar tidak ingat aku?"

Aku mengerutkan kening. "Aku tidak ingat."

Luki mundur selangkah. Aku melihat sesuatu berkelebat di sorot matanya. Bukan sorot kekhawatiran, melainkan sesuatu yang lain. Apakah itu secercah … kelegaan? Bukan. Itu lebih ke rasa gembira.

"Benar juga. Dokter memang bilang kau mungkin akan mengalami amnesia sementara," katanya cepat. "Jangan khawatir. Ingatanmu akan kembali."

Tapi ekspresi di wajahnya berkata sebaliknya.

Dia merasa senang aku kehilangan ingatan.

Dasar bajingan!

"Ada yang ingin menemuimu," kata Luki sambil berjalan ke arah pintu. "Tunggu sebentar ya."

Aku duduk di sana, ingin melihat apa yang sedang dia rencanakan.

Beberapa menit kemudian, dia kembali dengan pria lain.

Sosoknya tinggi dan terkesan dingin. Dia mengenakan setelan jas khusus berwarna hitam.

Sorot matanya setajam pecahan kaca. Tapi begitu matanya tertuju padaku … dia tampak melembut.

Itu Derry Mortario.

Sepupunya Luki.

Sang Ketua Mafia baru Keluarga Mortario.

Luki selalu bersumpah bahwa Derry membenciku dan tak sudi melihatku.

Jadi, kenapa dia membawa orang itu ke sini sekarang?

"Lisa." Suara Derry dalam, terdengar memikat. "Bagaimana perasaanmu?"

Aku berpura-pura bingung. Suara kubuat terdengar sepolos mungkin. "Siapa kau? Apakah aku mengenalmu?"

Luki berdeham. Tatapan licik terlintas di sorot matanya. "Bella, ini Derry. Tunanganmu ...."

Apa?

Aku menatap mereka, terkejut.

Luki memasang ekspresi prihatin di wajahnya. Derry hanya memperhatikan dengan ekspresi dingin dan kaku.

"Tunangan?" Aku mengulangi.

"Iya." Luki melanjutkan kebohongannya yang gila. "Kalian sudah bertunangan selama dua tahun. Kau mungkin tidak ingat karena terkena amnesia."

Aku mencoba mencerna semua itu.

Derry berbicara perlahan, "Lisa, kau terluka karena menyelamatkanku. Aku akan membawamu pulang sekarang. Tempat yang familiar mungkin bisa membantu ingatanmu."

Aku menatap kedua pria itu.

Luki mengangguk dengan penuh semangat. Dia sudah tak sabar untuk menyingkirkanku.

Dan Derry ... tatapan matanya sulit ditebak.

"Iya," bisikku.

‘Mau main, Luki? Baiklah. Ayo kita main.’
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
12 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status