แชร์

Bab 5

ผู้เขียน: Peachy
Aku jatuh ke pelukan Derry. Lengannya langsung melingkari tubuhku.

“Ups,” kataku sambil mendongak menatapnya. Wajah kami begitu dekat hingga aku bisa merasakan napasnya.

“Kau mabuk,” katanya dengan suara berat dan serak.

“Tidak,” kataku. Tanganku menyentuh dadanya dan merasakan jantungnya berdebar kencang. “Aku sadar sepenuhnya.”

Di bawah sinar bulan, sorot matanya sedalam samudra.

Aku melihat ada rasa lapar di sana, dan sesuatu yang lain. Sesuatu yang sedang dia coba tekan kuat-kuat.

Aku berjinjit, lalu menciumnya.

Derry menegang sesaat. Kemudian, kehilangan kendali sepenuhnya.

Tangannya meremas rambutku, lalu menarikku erat ke arahnya.

Ciuman itu seperti sebuah invasi. Lidahnya menyapu ke dalam mulutku, terasa posesif dan menuntut, melahap apa yang menjadi miliknya.

Punggungku membentur dinding. Tubuhnya menempel erat ke tubuhku. Aku bisa merasakan betapa panas dan keras dirinya.

“Lisa ....” desahnya di bibirku, suaranya terdengar serak dan seksi.

Kakiku menjadi lemas, sampai hampir tak bisa berdiri.

Ciuman ini membuktikan semuanya. Itu adalah sebuah ciuman yang begitu memikat.

Ketidakpeduliannya hanyalah sandiwara. Sebuah kebohongan yang indah dan rapuh.

Selama seminggu berikutnya, Luki tidak mengganggu kami.

Derry dan aku menjalani rutinitas yang aneh.

Rasanya ... normal. Seolah memang seharusnya seperti ini.

Derry, Sang Ketua yang ditakuti di kota itu, membuatkanku sarapan setiap pagi.

Dia mengingat semua yang kusuka.

Telur setengah matang. Kayu manis di kopiku. Roti panggang yang cukup keemasan.

Saat malam, kami duduk di sofa menonton film.

Lengannya otomatis akan melingkari tubuhku.

Terkadang dia juga mencium keningku.

Sentuhannya begitu lembut hingga membuat jantungku berdebar kencang.

Kami tidak lagi berciuman di bibir.

Namun, udara di antara kami terasa seperti sengatan listrik.

Terkadang, aku hampir lupa bahwa ini semua hanyalah permainan.

Jebakan yang dibuat oleh pria yang dengan bodohnya kupanggil kekasih.

Sampai pada Jumat malam, ponselnya berdering.

“Luki,” kata Derry, dia sempat melirikku sebelum menjawab.

“Ada pesta kapal pesiar pribadi besok untuk Shelly.” Suara Luki terdengar dari pengeras suara. “Apa kau mau ikut?”

“Kami akan datang,” jawab Derry langsung.

Dia pun menutup telepon. Aku menatapnya dan berkata, “Kenapa kau mengiyakan?”

“Kau tunanganku, Sayang,” katanya sembari menggenggam tanganku. “Aku ingin semua orang tahu.”

Bagaimana dengan Luki?

Apa dia juga ingin melihatku dan Derry bersama?

Aku mengangguk setuju. Sebagian diriku merasa bersemangat, karena aku ingin melihat Luki gelisah.

Keesokan harinya, kapal pesiar berlayar perlahan melintasi Perairan Pulau Semanta.

Deknya dihias seperti negeri dongeng. Bunga-bunga berwarna merah muda dan putih terpasang di mana-mana.

Shelly mengenakan gaun putih. Dia tampak seperti calon pengantin.

“Lisa!” panggil Shelly, suaranya terdengar manis dan berlebihan. “Kau terlihat hebat. Hidup dengan amnesia pasti mudah, ya?”

“Memang.” Aku tersenyum tipis. “Senang rasanya bisa melupakan masalah.”

Luki berjalan mendekat. Dia tampak ... bebas.

Rambutnya terlihat lebih panjang dan dia belum bercukur. Matanya memiliki tatapan liar yang belum pernah kulihat sebelumnya.

“Hai, Lisa!” katanya hampir menyombongkan diri. “Aku baik-baik saja. Tidak ada yang mengawasiku. Akhirnya aku bisa melakukan apa yang kuinginkan.”

“Baguslah,” kataku dengan tenang. Setiap kata seperti pecahan kaca kecil di tenggorokan.

Dia pikir aku menghambatnya?

“Iya, benar,” lanjutnya. “Kebebasan itu memang hal yang luar biasa. Kita tidak perlu memikirkan perasaan orang lain dan juga tidak terikat.”

Setiap kata adalah serangan terhadapku.

Aku berusaha keras untuk tetap tenang agar mataku tidak memerah.

“Setiap orang berhak menjalani hidup sesuai keinginannya.”

Luki jelas tidak menyangka aku akan setenang itu.

Dia mengerutkan kening. “Kau tidak ... marah?”

“Kenapa aku harus marah?” tanyaku padanya. “Aku punya hidupku sendiri. Kau punya hidupmu sendiri. Kita berdua mendapatkan apa yang kita inginkan.”

“Benar,” kata Shelly sambil merangkul lengan Luki. “Luki bahagia sekarang. Lebih bahagia dari sebelumnya.”

“Aku bisa melihatnya,” kataku. Aku pun tersenyum pada Derry dan berkata, “Kita juga bahagia. Bukan begitu, Sayang?”

Derry langsung mengangguk. Tangannya diletakkan di pinggangku. Gerakannya otomatis dan intim.

Wajah Luki semakin muram.

Suara sumbat botol sampanye meletus.

Luki mengambil mikrofon dan berdiri di tengah dek.

“Teman-temanku!” serunya. “Hari ini adalah hari yang istimewa!”

Semua orang terdiam.

“Aku punya pengumuman penting.” Luki menatap Shelly. Lalu matanya langsung tertuju padaku. “Aku akan bertunangan dengan Shelly!”

Tepuk tangan bergemuruh. Tapi ada perasaan aneh dan canggung yang seakan menggantung di udara.

Aku bisa merasakan tatapan semua orang padaku. Mereka seperti menunggu reaksiku.

Terutama Luki.

Dia sedang memprovokasiku.

Aku mengepalkan tanganku erat.

Rasa sakit di hatiku berubah menjadi amarah yang meluap.

Jika dia sangat ingin menyingkirkanku, jika dia begitu putus asa untuk memamerkan kekasih barunya ....

Maka, baiklah. Aku akan memberikan apa yang dia inginkan.

Lagipula, menjadi tunangan seorang bos mafia adalah sebuah peningkatan besar. Menjadi seorang ratu, bukan hanya mainan seorang pria sampingan.

Aku memecah keheningan.

Aku mulai bertepuk tangan lebih dulu dan tersenyum pada Luki. “Selamat untuk kalian berdua.”

Dia menginginkan kebebasannya. Sekarang kuberikan.

Dan, aku berharap dia akan menyesali hal itu setiap detiknya.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 12

    Tiga bulan kemudian, pernikahan kami diadakan di kediaman pribadi Derry.Aku berjalan melewati lautan mawar putih, mengenakan gaun rancangan khusus, menuju altar.Derry berdiri di sana mengenakan setelan tuksedo berwarna hitam, matanya hanya tertuju padaku.“Kau sangat cantik sampai-sampai membuat hatiku terasa sakit,” bisiknya sambil menggenggam tanganku.Pendeta mulai mengucapkan sumpah.Tiba-tiba, pintu di belakang aula terbuka lebar.Luki tersandung, masuk dengan terhuyung, jasnya berantakan, sorot matanya liar.“Lisa!” teriaknya. “Kau tidak boleh menikah dengannya!”Semua tamu menoleh, suasana menjadi hening.“Orang yang kau cintai itu aku!” teriaknya. “Kau tahu itu! Kita punya sejarah!”Dua orang suruhan Derry langsung menghampiri Luki dan mencengkeram lengannya.“Lepaskan aku!” Luki meronta. “Lisa, lihat aku! Kau tahu aku masih di hatimu!”Aku menatapnya tanpa ekspresi.Derry melepaskan tanganku dan berjalan perlahan ke arah Luki.“Luki Mortario.” Suaranya terdengar dingin seola

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 11

    Medali itu bersinar di telapak tanganku. Kenangan-kenangan itu kembali membanjiri pikiranku.Pada suatu malam di musim panas, lima tahun yang lalu.Aku mabuk di sebuah pesta kapal pesiar. Aku terpeleset di dek dan jatuh ke lautan.Laut dingin menelanku. Kupikir aku akan mati.Lalu, seorang pria menyelam.Dia tinggi dan kuat. Dia menarikku ke arah pantai dalam kegelapan.Hal terakhir yang kuingat sebelum kegelapan menelanku adalah sepasang mata yang dalam dan tajam.“Itu kau?” bisikku sambil menatap Derry.“Iya, itu aku,” Dia mengangguk cepat. “Tapi ketika kau bangun keesokan harinya, Luki malah memberitahumu bahwa dialah yang sudah menyelamatkanmu.”“Jadi, aku ....”“Jadi, kau memberikan hatimu padanya.” Suara Derry serak karena rasa sakit akut. “Kau berpikir sudah berutang nyawa padanya.”Semuanya tiba-tiba menjadi masuk akal.Apa yang kurasakan untuk Luki … itu bukanlah cinta. Itu adalah balas budi.Sedangkan, Derry ....“Jadi, itu sebabnya,” bisikku sambil terus menatapnya. “Mengapa

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 10

    Pengakuan Luki menciptakan keheningan di tengah dek.Setiap mata melirik ke arah kami bertiga. Udara dipenuhi aroma garam dan pengkhianatan.Aku perlahan berdiri dan menatap pria yang menangis di lantai itu.“Jadi, kau tunanganku?” Suaraku terdengar sangat tenang.“Iya, benar!” Luki mengangguk panik. “Selama dua tahun!”“Kalau begitu katakan padaku, Tunanganku.” Aku mendekat, setiap kata terasa tajam seperti silet. “Lalu, kenapa kau mendorongku ke pelukan Derry di depan seluruh keluarga?”Mulut Luki hanya terbuka dan tertutup, namun tidak ada kata yang keluar.“Karena kau merasa bosan denganku, kan?” Aku mendesaknya. “Karena kau menginginkan kebebasan, kau ingin bermain-main dengan wanita lain, jadi kau menggunakan amnesiaku untuk melemparkanku kepada Derry seperti sampah?”“Bukan begitu ... aku hanya ....”“Kau hanya apa?” Aku mencibir. “Kau ingin mengabaikan tunanganmu, sementara kau berselingkuh. Gitu?”Wajah Luki tampak pucat pasi.“Lalu, sekarang kau melihatku dan Derry bahagia, d

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 9

    Keesokan harinya, Luki kembali ke kapal pesiar.Penampilannya sangat buruk, terdapat lingkaran hitam di bawah matanya, serta janggut tipis di dagunya."Lisa. Kita perlu bicara." Dia langsung berjalan ke arahku dan Derry.Shelly mengikutinya, wajahnya muram. "Luki, apa yang kau lakukan?""Aku ingin mengatakan yang sebenarnya," kata Luki, matanya terus tertuju padaku. "Yang sebenarnya tentang kita."Semua orang berkumpul di sekitar mereka. Suasana menjadi tegang."Luki, jangan buat keributan." Derry memperingatkan."Tidak!" Luki tiba-tiba berlutut di depanku. "Lisa, aku yang salah. Aku bersalah."Air mata mengalir di wajahnya, suaranya bergetar. "Aku seharusnya tidak memperlakukanmu seperti itu. Aku seharusnya tidak menjauhkanmu. Aku menyesalinya."Aku menatapnya, wajahku dingin dan kaku seperti topeng es."Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.""Kau harus ingat," isak Luki dengan suara bergetar. "Apa yang kau katakan semalam ... kau pasti sudah ingat. Kau harus ingat.""Aku hanya ingat bahw

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 8

    Aku menyelinap kembali ke dek bawah. Derry sudah menungguku di sana.Wajahnya terlihat muram. Aku melihatnya berkedip, sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya. Sebuah keraguan.“Apa yang Shelly katakan padamu?” tanyanya hati-hati.“Tidak ada yang penting.” Aku menggenggam tangannya. “Hanya obrolan perempuan.”Derry terdiam sejenak, memilih kata-katanya.“Lisa ... kalau ada yang memberitahumu ... bahwa kau dan Luki pernah dekat ... bagaimana perasaanmu?”Suaranya lembut, tetapi aku mendengar kekhawatiran di baliknya.Aku menatap wajahnya yang tegang, gelombang kehangatan tiba-tiba menyelimutiku.“Luki?” Aku mengerutkan kening, seolah mencoba mengingatnya. “Kenapa aku harus tertarik pada sepupu tunanganku?”Derry tampak rileks.“Kau tunanganku, kan?” Aku berjinjit, lalu mencium sudut bibirnya. “Kau satu-satunya.”Dia pun menarikku dan memelukku erat.“Apa pun yang orang katakan, kau harus ingat ini,” bisiknya di telingaku. “Kau itu milikku.”Makan malam saat itu terasa seperti mimpi

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 7

    “Biar kuberitahu sebuah rahasia kecil.” Sorot mata Shelly sedingin es. “Tunangan Luki itu ... kau.”Aku tetap tersenyum. “Aku tidak mengerti.”“Jangan pura-pura bodoh,” cibirnya. “Luki sudah menceritakan semuanya padaku. Kalian sudah bertunangan selama dua tahun. Dia bosan karena kau terus menempel padanya. Jadi, dia mengarang cerita amnesia ini dan menyerahkanmu kepada Derry seperti sebuah paket.”Angin mengibaskan rokku, tetapi suaraku tetap tenang. “Lalu kenapa?”“Lalu kenapa?” Mata Shelly melebar. “Apa kau tidak marah? Apa kau tidak sakit hati?”“Kalau dia tidak mencintaiku, kenapa aku harus mencintainya?” Aku berbalik menghadap ke arah laut.“Tapi kau harus menjauh darinya!” Suara Shelly menjadi melengking. “Dia milikku sekarang! Keluargaku bisa memberi Luki uang dan kekuasaan yang sesungguhnya. Bukan keluarga tak dikenal seperti keluargamu.”Aku berbalik menghadapnya, sorot mataku menyala-nyala.“Keluarga tak dikenal?” Aku tertawa singkat dan dingin. “Shelly, apa kau mengenal Luk

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 4

    Aku memaksakan diri untuk mengabaikan ekspresi rasa bersalah Luki yang menjijikkan.Pesta setelahnya diadakan di sebuah griya tawang mewah.Alkohol membuat udara di ruangan terasa berbahaya dan mencekam."Ayo main game!" teriak Johan, seorang pewaris muda dari keluarga lain. "Vodka Rulet!"Semua ora

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 3

    Aku tidur nyenyak sekali, padahal baru saja tertembak.Keesokan paginya, aku kembali berperan sebagai tunangan Sang Ketua Mafia yang amnesia.“Ada jamuan acara amal malam ini,” kata Derry saat sarapan. “Apa kau mau ikut denganku?”Aku meletakkan cangkir kopiku. “Apa harus? Tapi kondisiku masih seper

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 2

    Kediaman Derry bagaikan sebuah benteng.Sebuah mobil Rolls-Royce hitam mengantar kami melewati gerbang yang dijaga ketat. Aku melihat beberapa pria bersenjata berpatroli di sekitar pekarangan."Kau aman di sini," kata Derry singkat.Dia membawaku ke sebuah kamar tidur yang mewah.Dekorasinya berwarn

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 1

    Aku menghadang tembakan demi Luki, pacarku yang merupakan seorang mafia, saat diserang oleh keluarga musuh. Saat aku tersadar, dia mengira aku terkena amnesia. Jadi, dia bilang bahwa aku adalah tunangan sepupunya. Dan sepupunya yang bernama Derry adalah Sang Ketua, bos mafia."Bella? Kau sudah sadar

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status