แชร์

Bab 2

ผู้เขียน: Peachy
Kediaman Derry bagaikan sebuah benteng.

Sebuah mobil Rolls-Royce hitam mengantar kami melewati gerbang yang dijaga ketat. Aku melihat beberapa pria bersenjata berpatroli di sekitar pekarangan.

"Kau aman di sini," kata Derry singkat.

Dia membawaku ke sebuah kamar tidur yang mewah.

Dekorasinya berwarna krem dan emas pucat. Produk perawatan kulit favoritku sudah tertata rapi di meja rias. Pakaianku tergantung di lemari.

Ruangan itu bahkan beraroma bunga lili, bunga favoritku.

"Ini semua milikku?" Aku berpura-pura terkejut.

"Iya. Kau sering menginap di sini. Lagipula, kita akan segera menikah." Derry berdiri di ambang pintu, diam seperti patung marmer.

Aku berjalan ke arah meja rias dan mengambil sebotol parfum.

Luki telah merencanakan semua ini.

Dia telah memindahkan barang-barangku ke sini sejak lama. Dia sudah siap untuk mendorongku ke pelukan Derry.

Aku menarik napas dalam-dalam dan menoleh menatap Derry.

"Derry, apa aku boleh bertanya sesuatu?"

"Silakan."

"Apa kita ... apa kita benar-benar saling mencintai?"

Dia terdiam cukup lama.

"Menurutmu bagaimana?" tanyanya balik.

"Aku tidak ingat apa pun," kataku sambil menggelengkan kepala. "Mungkin kau bisa membantuku?"

Derry berjalan mendekatiku. Dia mengulurkan tangannya yang lembut dan menyentuh pipiku.

Sentuhannya hangat, namun terkesan begitu hati-hati, seolah aku adalah sesuatu yang berharga dan mudah pecah.

"Tenang saja," katanya, lalu mencium keningku. "Jangan dipaksakan."

Kemudian dia berbalik dan meninggalkan ruangan.

Aku sendirian berdiri terpaku di sana. Tanganku menyentuh tempat yang diciumnya.

Ciuman itu ... mengapa terasa begitu familiar?

Malam itu, aku menjelajahi rumah besar itu. Aku harus menemukan petunjuk tentang permainan konyol ini.

Aku pun mendorong pintu berat itu, ruang kerja Derry.

Di dalamnya terdapat meja kayu ek besar, sebuah potret keluarga tergantung di dinding. Dan sebuah monitor yang tampak masih menyala.

Monitor itu menampilkan gambar sebuah kamar hotel mewah.

Luki terlihat di layar. Dia sedang mencium seorang wanita berambut merah dengan penuh gairah.

Kaki wanita itu melingkari pinggangnya, dan pakaian mereka terlihat berantakan seolah telah larut dalam satu sama lain.

Aku menahan napas dan mendekat.

"Lisa itu sangat posesif." Suara Luki terdengar jelas. "Rasanya menyesakkan seperti berada di dalam sangkar emas."

Nama wanita berambut merah itu adalah Shelly, dan aku mengenalnya.

Shelly adalah seorang putri mafia yang telah mengejar Luki selama bertahun-tahun.

Dia terkikik dan mencium Luki lagi. "Kalau begitu, kenapa tidak putus saja dengannya?"

"Sekarang belum waktunya," bisik Luki di telinganya. "Biarkan saja Derry mengawasinya untuk sementara waktu. Aku butuh kebebasanku, Shelly. Aku membutuhkanmu."

Darah di pembuluh darahku membeku.

Ternyata gitu.

Luki ternyata merasa lelah denganku dan ingin menyingkirkanku untuk sementara waktu.

Penyakit amnesiaku menjadi alasan yang sempurna karena bisa meninggalkanku pada Derry dan pergi bersenang-senang.

"Apa yang kau lihat?"

Aku langsung berputar. Tanganku sempat menekan tombol daya.

Derry berdiri di ambang pintu, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

"Aku ... aku tersesat," kataku sambil berusaha tetap tenang.

Dia berjalan ke arah monitor, lalu melirik layar hitam itu.

"Apa yang kau lihat?" ulangnya dengan suara sangat pelan.

"Tidak ada. Hanya layar kosong."

Derry menatapku tajam seolah bisa menembus diriku.

"Mau minum sesuatu?"

"Boleh," kataku sambil memaksa tersenyum. "Apa pun yang kau pesan, aku yakin akan menyukainya."

Dia berjalan mendekatiku, lalu mencium keningku. "Oke. Tunggu ya."

Sepuluh menit kemudian, dia kembali dengan membawakan susu gandum hangat.

Itu adalah susu dari merek favoritku di Bustrol. Suhunya sempurna.

Aku mengambil cangkir itu, terkejut.

Bahkan Luki pun tidak tahu aku hanya minum merek ini.

Bagaimana dia bisa tahu?

Kami duduk di sofa. Api terlihat bergemuruh di perapian.

Profil Derry tampak gelap dan murung dalam cahaya api.

"Kau tampak sedih," kataku pelan.

Dia menoleh padaku. Sorot matanya menyimpan emosi yang rumit.

"Hanya karena sesuatu dilupakan ...." katanya. "Bukan berarti itu tidak pernah terjadi."

Kata-katanya terasa dingin menusukku. Dia mau apa sebenarnya?

"Sudah malam. Kau harus istirahat," katanya sambil berdiri.

Dia mengantarku sampai ke pintu kamar tidurku, dan mencium keningku sekali lagi.

Ciuman kali ini berbeda. Lebih lembut, namun terasa posesif. Ciuman itu penuh dengan emosi yang begitu dalam hingga aku tak bisa bernapas.

"Selamat malam, Lisa."

"Selamat malam, Derry."

Pintu pun tertutup. Aku bersandar di pintu, jantungku berdebar kencang.

Cara dia memperlakukanku ... bukan seperti pria yang sedang dipaksa untuk menerima tunangan sepupunya.

Tatapannya, perhatiannya pada detail, dan hal-hal yang dia ketahui yang bahkan Luki pun tidak tahu ....

Aku menatap lurus ke depan.

Luki memberitahuku bahwa Derry membenci mendengar namaku, bahkan tak sudi melihatku.

Namun, ternyata Derry begitu perhatian.

Siapakah Derry Mortario yang sebenarnya?

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 12

    Tiga bulan kemudian, pernikahan kami diadakan di kediaman pribadi Derry.Aku berjalan melewati lautan mawar putih, mengenakan gaun rancangan khusus, menuju altar.Derry berdiri di sana mengenakan setelan tuksedo berwarna hitam, matanya hanya tertuju padaku.“Kau sangat cantik sampai-sampai membuat hatiku terasa sakit,” bisiknya sambil menggenggam tanganku.Pendeta mulai mengucapkan sumpah.Tiba-tiba, pintu di belakang aula terbuka lebar.Luki tersandung, masuk dengan terhuyung, jasnya berantakan, sorot matanya liar.“Lisa!” teriaknya. “Kau tidak boleh menikah dengannya!”Semua tamu menoleh, suasana menjadi hening.“Orang yang kau cintai itu aku!” teriaknya. “Kau tahu itu! Kita punya sejarah!”Dua orang suruhan Derry langsung menghampiri Luki dan mencengkeram lengannya.“Lepaskan aku!” Luki meronta. “Lisa, lihat aku! Kau tahu aku masih di hatimu!”Aku menatapnya tanpa ekspresi.Derry melepaskan tanganku dan berjalan perlahan ke arah Luki.“Luki Mortario.” Suaranya terdengar dingin seola

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 11

    Medali itu bersinar di telapak tanganku. Kenangan-kenangan itu kembali membanjiri pikiranku.Pada suatu malam di musim panas, lima tahun yang lalu.Aku mabuk di sebuah pesta kapal pesiar. Aku terpeleset di dek dan jatuh ke lautan.Laut dingin menelanku. Kupikir aku akan mati.Lalu, seorang pria menyelam.Dia tinggi dan kuat. Dia menarikku ke arah pantai dalam kegelapan.Hal terakhir yang kuingat sebelum kegelapan menelanku adalah sepasang mata yang dalam dan tajam.“Itu kau?” bisikku sambil menatap Derry.“Iya, itu aku,” Dia mengangguk cepat. “Tapi ketika kau bangun keesokan harinya, Luki malah memberitahumu bahwa dialah yang sudah menyelamatkanmu.”“Jadi, aku ....”“Jadi, kau memberikan hatimu padanya.” Suara Derry serak karena rasa sakit akut. “Kau berpikir sudah berutang nyawa padanya.”Semuanya tiba-tiba menjadi masuk akal.Apa yang kurasakan untuk Luki … itu bukanlah cinta. Itu adalah balas budi.Sedangkan, Derry ....“Jadi, itu sebabnya,” bisikku sambil terus menatapnya. “Mengapa

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 10

    Pengakuan Luki menciptakan keheningan di tengah dek.Setiap mata melirik ke arah kami bertiga. Udara dipenuhi aroma garam dan pengkhianatan.Aku perlahan berdiri dan menatap pria yang menangis di lantai itu.“Jadi, kau tunanganku?” Suaraku terdengar sangat tenang.“Iya, benar!” Luki mengangguk panik. “Selama dua tahun!”“Kalau begitu katakan padaku, Tunanganku.” Aku mendekat, setiap kata terasa tajam seperti silet. “Lalu, kenapa kau mendorongku ke pelukan Derry di depan seluruh keluarga?”Mulut Luki hanya terbuka dan tertutup, namun tidak ada kata yang keluar.“Karena kau merasa bosan denganku, kan?” Aku mendesaknya. “Karena kau menginginkan kebebasan, kau ingin bermain-main dengan wanita lain, jadi kau menggunakan amnesiaku untuk melemparkanku kepada Derry seperti sampah?”“Bukan begitu ... aku hanya ....”“Kau hanya apa?” Aku mencibir. “Kau ingin mengabaikan tunanganmu, sementara kau berselingkuh. Gitu?”Wajah Luki tampak pucat pasi.“Lalu, sekarang kau melihatku dan Derry bahagia, d

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 9

    Keesokan harinya, Luki kembali ke kapal pesiar.Penampilannya sangat buruk, terdapat lingkaran hitam di bawah matanya, serta janggut tipis di dagunya."Lisa. Kita perlu bicara." Dia langsung berjalan ke arahku dan Derry.Shelly mengikutinya, wajahnya muram. "Luki, apa yang kau lakukan?""Aku ingin mengatakan yang sebenarnya," kata Luki, matanya terus tertuju padaku. "Yang sebenarnya tentang kita."Semua orang berkumpul di sekitar mereka. Suasana menjadi tegang."Luki, jangan buat keributan." Derry memperingatkan."Tidak!" Luki tiba-tiba berlutut di depanku. "Lisa, aku yang salah. Aku bersalah."Air mata mengalir di wajahnya, suaranya bergetar. "Aku seharusnya tidak memperlakukanmu seperti itu. Aku seharusnya tidak menjauhkanmu. Aku menyesalinya."Aku menatapnya, wajahku dingin dan kaku seperti topeng es."Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.""Kau harus ingat," isak Luki dengan suara bergetar. "Apa yang kau katakan semalam ... kau pasti sudah ingat. Kau harus ingat.""Aku hanya ingat bahw

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 8

    Aku menyelinap kembali ke dek bawah. Derry sudah menungguku di sana.Wajahnya terlihat muram. Aku melihatnya berkedip, sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya. Sebuah keraguan.“Apa yang Shelly katakan padamu?” tanyanya hati-hati.“Tidak ada yang penting.” Aku menggenggam tangannya. “Hanya obrolan perempuan.”Derry terdiam sejenak, memilih kata-katanya.“Lisa ... kalau ada yang memberitahumu ... bahwa kau dan Luki pernah dekat ... bagaimana perasaanmu?”Suaranya lembut, tetapi aku mendengar kekhawatiran di baliknya.Aku menatap wajahnya yang tegang, gelombang kehangatan tiba-tiba menyelimutiku.“Luki?” Aku mengerutkan kening, seolah mencoba mengingatnya. “Kenapa aku harus tertarik pada sepupu tunanganku?”Derry tampak rileks.“Kau tunanganku, kan?” Aku berjinjit, lalu mencium sudut bibirnya. “Kau satu-satunya.”Dia pun menarikku dan memelukku erat.“Apa pun yang orang katakan, kau harus ingat ini,” bisiknya di telingaku. “Kau itu milikku.”Makan malam saat itu terasa seperti mimpi

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 7

    “Biar kuberitahu sebuah rahasia kecil.” Sorot mata Shelly sedingin es. “Tunangan Luki itu ... kau.”Aku tetap tersenyum. “Aku tidak mengerti.”“Jangan pura-pura bodoh,” cibirnya. “Luki sudah menceritakan semuanya padaku. Kalian sudah bertunangan selama dua tahun. Dia bosan karena kau terus menempel padanya. Jadi, dia mengarang cerita amnesia ini dan menyerahkanmu kepada Derry seperti sebuah paket.”Angin mengibaskan rokku, tetapi suaraku tetap tenang. “Lalu kenapa?”“Lalu kenapa?” Mata Shelly melebar. “Apa kau tidak marah? Apa kau tidak sakit hati?”“Kalau dia tidak mencintaiku, kenapa aku harus mencintainya?” Aku berbalik menghadap ke arah laut.“Tapi kau harus menjauh darinya!” Suara Shelly menjadi melengking. “Dia milikku sekarang! Keluargaku bisa memberi Luki uang dan kekuasaan yang sesungguhnya. Bukan keluarga tak dikenal seperti keluargamu.”Aku berbalik menghadapnya, sorot mataku menyala-nyala.“Keluarga tak dikenal?” Aku tertawa singkat dan dingin. “Shelly, apa kau mengenal Luk

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 5

    Aku jatuh ke pelukan Derry. Lengannya langsung melingkari tubuhku.“Ups,” kataku sambil mendongak menatapnya. Wajah kami begitu dekat hingga aku bisa merasakan napasnya.“Kau mabuk,” katanya dengan suara berat dan serak.“Tidak,” kataku. Tanganku menyentuh dadanya dan merasakan jantungnya berdebar k

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 4

    Aku memaksakan diri untuk mengabaikan ekspresi rasa bersalah Luki yang menjijikkan.Pesta setelahnya diadakan di sebuah griya tawang mewah.Alkohol membuat udara di ruangan terasa berbahaya dan mencekam."Ayo main game!" teriak Johan, seorang pewaris muda dari keluarga lain. "Vodka Rulet!"Semua ora

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 3

    Aku tidur nyenyak sekali, padahal baru saja tertembak.Keesokan paginya, aku kembali berperan sebagai tunangan Sang Ketua Mafia yang amnesia.“Ada jamuan acara amal malam ini,” kata Derry saat sarapan. “Apa kau mau ikut denganku?”Aku meletakkan cangkir kopiku. “Apa harus? Tapi kondisiku masih seper

  • Kisah Di Balik Medali Pelindung Suci   Bab 1

    Aku menghadang tembakan demi Luki, pacarku yang merupakan seorang mafia, saat diserang oleh keluarga musuh. Saat aku tersadar, dia mengira aku terkena amnesia. Jadi, dia bilang bahwa aku adalah tunangan sepupunya. Dan sepupunya yang bernama Derry adalah Sang Ketua, bos mafia."Bella? Kau sudah sadar

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status