"Sudah berapa lama aku ada di sini?" Tidak ada yang menjawabnya. Hanya bisikan tentang dosa, kekejaman, serta kebejatan sifat manusia yang terus mengulang si telinganya. Nada itu terasa ringan, namun bergerigi. Seperti suara amplas yang menggosok gendang telinga, membuat kulit kepala kesemutan. Suaranya terkesan tumpang tindih, hingga jenis kelaminnya tak dapat dibedakan antara pria dan wanita, tua dan muda. Ruan Yu tidak tahu apakah ada orang lain di sini selain dirinya, karena yang bisa dia lihat hanyalah kegelapan. Kegelapan total. Seolah seberkas cahaya saja sudah cukup untuk merobek tatanan di ruang ini. Udara di sini tidak berasa. Tidak ada manis, pahit, ataupun menyengat. Dulu, dia sering berteriak dan memanggil seseorang. Namun seberapa keraspun dia bersuara, tidak ada yang menyahut atau menjawabnya. Hanya suara-suara mendesis di telinganya yang berbicara tentang kehancuran. Ruan Yu tidak tahu bagaimana dia bisa sampai di sini. Dia juga tidak tahu siapa diriny
Last Updated : 2026-04-01 Read more