Maya juga mendadak ikut nimbrung mendekat. Matanya jelalatan menatap Agus dengan penuh gairah setelah melihat aksi badass barusan."Gus enggak luka, kan? Tadi itu ngeri bener ih. Siapa sih bangkotan itu? Kok nanyain ruang rahasia."Agus melihat Maya dan jadi ingat video mesumnya bersama Hendro.“Emang licik si uler ini, sok-sokan polos padahal kepo,” pikir Agus."Nih lihat aja, enggak apa-apa, Maya," sahut Agus.“Eeeh terus emang ada brankas beneran ya?”Agus mengabaikan pertanyaan Maya dan berlutut di depan Rosa yang wajahnya masih kesal dan pucat. Agus genggam tanga dingin sang nyonya besar."Nyah, dedek utun aman toh? Enggak kenapa-kenapa kan di dalam?""Sok perhatian bener kamu. Ya aman. Emm, makasih udah bantuin. Kalau enggak ada kamu tadi, aku enggak tahu lagi nasib kami gimana."Ting!Ponsel milik Agus bunyi karena pesan masuk dari nomor asing. Agus melepaskan genggamannya dari Rosa, lalu mengecek hapenya.Pesan itu bernada mengancam."Truk dan isinya ada di mana? Serahkan bara
Read more