Agus merapat ke sebelah Bu Ratna begitu lift mulai diserbu penumpang lain di lantai berikutnya. Keadaan di dalam mendadak jadi sempit sampai bodi montok Bu Dosen terpojok habis.Kesempatan emas begini jelas tidak bakal dilewatin begitu saja.Agus sengaja memasang tampang lugu, sedikit menggeser lengan kekarnya ke samping. Menyenggol pelan gundukan kenyal Bu Ratna yang padat di balik blus kerjanya.Bu Ratna kaget. "Eh, Agus... kamu.""Eh, anu, aduh, Bu... maaf bener saya enggak sengaja. Ini orang-orang pada desak-desakan begini dari depan." Agus beragak tanpa dosa, padahal di dalam hati dia sudah tertawa menikmati keempukan si dosen aduhai ini."Eh, iya, Gus, enggak apa-apa. Namanya juga enggak sengaja kan?" Bu Rata membetukan dokumen di tangannya.Melihat Bu Dosen mulai salah tingkah, Agus melancarkan taktik berikutnya."Bu, saya bantu bawain aja itu map dokumennya. Kelihatan tebel bener, pegal nanti tangan Ibu.""Hah? jangan, jangan, Gus. Biar aja, ini ringan kok, cuma berkas koreksi
최신 업데이트 : 2026-06-17 더 보기