"Wuuush... santai, Bang. Masih pagi ini jangan marah-marah, hipertensi nanti," sahut Agus tetap tenang, sama sekali tidak gentar melihat tampang garang pria itu."Santai, santai... kepala lu peyang! Asal lu tahu ya, si Sari ini calon bini gue! Berani-beraninya lu pegang-pegang cewek gue, hah?! Mau cari perkara lu di pasar ini?!" gertak penjual daging sampai kalung rantai emas di leher gempalnya ikut bergoyang-goyang.Mbak Sari ketakutan, dia langsung merapat di balik punggung Agus. "Itu Bang Jali, Mas. Tukang jagal paling preman di sini. Dia memang suka cemburu buta sama aku, udah lama godain tapi aku enggak mau. Istrinya banyak, ih... mana dia juga jorok lagi!"Agus manggut-manggut. Rupanya si Abang jagal ini menyimpan obsesi berlebih pada sang janda kembang pasar."Mbak Sari tenang aja. Biar ini jadi urusan sesama laki-laki," bisik Agus, menyunggingkan senyum miring yang penuh percaya diri.Panas hati melihat keintiman itu, Bang Jali menghampiri lapak sayuran. Tangan kanannya sant
Last Updated : 2026-05-16 Read more