"Jangan bergerak," perintah Joseph dengan nada mutlak. Ia kini berdiri tepat di depan Elara, aroma tubuhnya yang kuat mulai mengepung indra penciuman Elara."T-tuan, j-jangan. Tolong b-biarkan aku s-sendiri," pinta Elara dengan suara yang hampir menghilang."Diam," balas Joseph singkat. Ia tidak peduli pada penolakan itu. Matanya kini fokus pada pergerakan halus di leher Elara."Setiap kali aku mendekat, aku bisa merasakannya dengan sangat jelas," Joseph berbicara dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti bisikan.Elara gemetar hebat. Udara di sekitarnya terasa mulai bergetar halus seiring dengan kepanikannya yang memuncak. "M-merasakan a-apa?""Sesuatu dalam dirimu sedang bergerak," ucap Joseph. Ia memiringkan kepalanya sedikit, mengamati denyut nadi di pelipis Elara."Dan sesuatu dalam diriku meresponsnya dengan sangat liar," lanjut Joseph. Pengakuan itu terdengar sangat ganjil dan mengerikan bagi telinga Elara.Elara menggeleng kuat-kuat. "T-tidak mungkin. T-tuan pasti s-salah
Last Updated : 2026-04-17 Read more