Suara gemerincing piring dan sendok perak yang dikumpulkan menjadi satu-satunya musik pengiring di aula makan. Elara mengangkat tumpukan piring kotor dengan tangan yang masih sedikit bergetar akibat insiden riak air tadi."Geser sedikit, jangan berdiri di tengah jalan seperti patung," cetus seorang pelayan senior sambil menyenggol bahu Elara dengan kasar.Elara terhuyung, namun ia berhasil menjaga keseimbangan agar piring di tangannya tidak jatuh ke lantai. Ia menunduk, mengabaikan tatapan mata merendahkan dari rekan kerjanya sendiri."Kukira dia bisu, ternyata dia juga tidak punya telinga," bisik pelayan lain yang berdiri tidak jauh dari meja Magnus. "Berani sekali dia bersikap seperti itu pada tamu klan Valen di depan tuan kita."Joseph yang baru saja hendak berdiri dari kursinya, mendadak berhenti bergerak. Rahangnya mengeras saat telinganya menangkap bisik-bisik yang merendahkan itu.Ia tidak menoleh, tidak juga membela. Joseph hanya mencengkeram pinggiran meja kayu dengan kuat, l
Last Updated : 2026-04-11 Read more