Isabella berjalan mendekati meja tengah, matanya berkilat menatap lilin yang apinya bergoyang aneh. "Kau memanggilku, atau aku yang memang terlalu peka pada perubahan?""Aku tidak merasa memanggilmu, Luna," jawab Gideon tenang.Isabella terkekeh pelan, ia menyentuh permukaan meja kayu yang bergetar halus. "Tapi kastil ini memanggilku. Aku bisa merasakannya sejak kakiku memasuki gerbang depan."Gideon kini membalikkan tubuhnya sepenuhnya. Ia menatap Isabella dengan pandangan menyelidik. "Jadi itu kamu? Sumber dari semua keributan ini?"Isabella mengerutkan kening, tampak sedikit bingung. "Hm? Apa maksudmu?""Energi ini. Tekanan yang menyebar dari pusat kastil hingga membuat penjaga ketakutan," Gideon melangkah mendekati Isabella."Aura ini membuat Alpha muda kita tidak stabil dan kehilangan fokus," lanjut Gideon. Ia yakin bahwa Isabella adalah penyebab fenomena langka ini.Isabella tertawa kecil, suara tawanya terdengar merdu. "Kau memberiku terlalu banyak pujian, Gideon. Aku tidak seh
Last Updated : 2026-04-18 Read more