Elara menggeleng kuat, air mata mulai jatuh di pipinya. Ia ingin menjelaskan tentang Albert, tentang Julian, namun ia tahu Joseph tidak akan pernah mendengarkannya.Joseph tidak melepaskan cengkeramannya. Ia justru menarik Elara hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Amarah yang memburu membuat napas pria itu terasa panas di kulit wajah Elara."Jawab aku, Elara! Apa yang kau sembunyikan dariku di luar sana?" bentak Joseph, suaranya menggelegar memenuhi lorong yang sunyi.Hantaman suara Joseph memicu lonjakan emosi yang luar biasa di dalam dada Elara. Ketakutan, rasa lelah, dan rasa tidak adil yang ia pendam selama ini mendadak meluap. Tato di punggung tangannya berdenyut sangat kencang, memancarkan cahaya merah yang menyakitkan.Tiba-tiba, udara di sekitar mereka bergetar hebat. Botol-botol kosong di atas meja dapur mulai berdenting keras dan bergeser sendiri. Lampu pijar di langit-langit berkedip tidak stabil, menciptakan suara dengungan dengan frekuensi tinggi yang mem
Last Updated : 2026-04-13 Read more