Evalia memiringkan kepala, mengamatinya beberapa detik sebelum kembali bicara. “Anda kelihatan tegang, Pak Wijaya. Suruh simpanan Anda ngajarin yoga, deh. Bagus buat ngatur emosi.”Lisa langsung mendengus tertawa sebelum buru-buru menutup mulut.Estella dan Lestari ikut menahan tawa gugup.Evalia lalu melirik para pria yang masih tergeletak. “Kalau masih ada yang sadar,” katanya datar, “Lebih baik tetap rebahan. Aku lagi nggak mood tampil encore.”Setelah itu, Evalia memutar tongkatnya sekali lagi lalu berjalan anggun kembali ke arah Estella dan Lestari, seolah tidak terjadi apa-apa. Namun semua orang di ruangan itu tahu, ini belum selesai.
Read more