“Apa aku perlu mengingatkan beliau soal rapat yang masih tertunda?” tanya Bayu, memecah keheningan. “Para eksekutif dari Singapura, Hong Kong, New York, Tokyo, dan Paris masih menunggu di ruang rapat.”Surya bahkan tidak mengalihkan pandangan dari tabletnya. “Beri dia waktu. Biarkan mereka menikmati momen romantisnya. Setelah bertahun-tahun hidupnya cuma kerja, kerja, dan kerja, dia pantas mendapatkannya.”Martin tertawa. “Romantis? Aku belum pernah melihatnya seperti ini. Lihat saja… dia tersenyum seperti remaja polos yang baru jatuh cinta. Kurasa dia lupa kalau sebenarnya dia itu iblisnya dunia bisnis.”“Dia memang seperti itu sejak Evalia masuk ke hidupnya,” Bayu terkekeh. “Kalian seharusnya lihat betapa marahnya dia saat tahu Evalia berada
Read more