Jari-jari Evalia menyentuh layar ponsel sejenak, lalu cepat-cepat menguncinya. Ia memasukkan ponsel ke dalam tas, seolah menyembunyikan rahasia kecil.Suara Rafael menggema dari kejauhan. “Mami! Lihat aku, Mi!”Evalia menengadah dan melihat anak itu berlari menantang ombak kecil, tangan terentang lebar, tawanya menggema di udara asin laut.Sekejap saja, senyum kembali merekah di wajah Evalia. Biarlah dunia Aleksander tetap di Jakarta. Saat ini hanya ada dia dan Rafael, dua hati yang tenang di bawah langit Jepara.“Lima menit lagi ya, Sayang. Setelah itu kita ke kafe,” kata Evalia mengingatkan.Melihat betapa gembiranya Rafael, Evalia mengambil ponsel dari tas, mulai merekam, lalu memotret beberapa mome
Last Updated : 2026-05-03 Read more