Malam itu menjadi malam yang paling panjang bagi Reno. Di dalam kamar sempit yang hanya disekat oleh papan triplek, ia bisa mendengar isak tangis Reni yang tertahan di balik bantal. Reno duduk di tepi tempat tidurnya, menatap nanar ke arah tas ransel berisi uang panas dari Nyonya Winda. Ia merasa gagal sebagai kakak karena membiarkan adiknya hidup dalam bayang-bayang ketakutan, namun ia juga tahu bahwa uang di dalam tas itu adalah satu-satunya pelindung yang mereka miliki saat ini."Sudah, Ren... tidurlah. Kakak tidak akan membiarkan mereka masuk lagi. Kakak janji," bisik Reno sambil mengusap puncak kepala adiknya. "Tapi Kak, aku takut, ""Tenanglah. semua akan baik baik saja, " jawab Reno meyakinkan adiknya. Keesokan paginya, dengan mata yang sedikit sembab karena kurang tidur, Reno memacu motornya menuju alamat yang diberikan Helen kemarin malam. Sesuai janji yang ia buat di tengah perdebatan para nyonya besar itu, hari ini adalah jadwal latihan privat untuk Helen. Reno sengaja
Last Updated : 2026-04-23 Read more