Aroma pengap ruang tahanan dan hawa dingin dari lantai ubin lobi kantor polisi seolah menguap, tergantikan oleh suasana yang mendidih akibat kemarahan Winda yang telah mencapai puncaknya. Setiap patah kata yang keluar dari bibir Reni bagai sebilah pisau yang menguliti habis sisa-sisa harga diri Anton yang berpura-pura terhormat di depan publik.Winda mematung sejenak, menatap suaminya dengan pandangan yang kosong sekaligus penuh dengan kebencian yang mendalam. Selama bertahun-tahun pernikahan mereka, ia tahu Anton adalah pria yang ambisius dan dingin. Namun, mengetahui bahwa suaminya adalah otak di balik penculikan anak di bawah umur, dan hampir menodai adik dari pria yang selama ini membantunya, membuat seluruh sendi tubuh Winda gemetar hebat."Cukup, Anton... Cukup," suara Winda terdengar sangat rendah, hampir berupa bisikan, namun anehnya, suara itu sanggup membungkam teriakan panik Anton kepada para petugas.Winda maju beberapa langkah hingga jaraknya dengan Anton hanya tersisa
Last Updated : 2026-05-20 Read more