Reni masih terduduk di bangku beton terminal, menatap ujung sepatunya yang mulai mengelupas. Namun, perlahan-lahan pandangannya mulai mengabur. Riuh rendah suara klakson bus dan teriakan para kenek terdengar seperti berdengung jauh di dalam kepalanya. Sebuah rasa pening yang tajam mendadak menusuk bagian belakang kepalanya, membuat Reni harus memegangi pelipisnya sendiri.Dia encoba menarik napas panjang, namun udara terminal yang penuh polusi justru membuat dadanya terasa sesak. Bersamaan dengan itu, sekujur tubuhnya mulai menggigil. Kulitnya terasa panas, namun di saat yang sama, dia merasakan dingin yang menusuk hingga ke tulang. Tidur semalaman di atas atap seng tanpa alas dan selimut, ditambah terpaan angin malam yang kencang, akhirnya meruntuhkan pertahanan fisiknya. Reni terserang masuk angin dan demam tinggi."Nggak... aku nggak boleh pingsan di sini," bisik Reni pada dirinya sendiri, suaranya terdengar sangat lemah dan bergetar.Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Reni memak
Last Updated : 2026-05-16 Read more