Winda terkesiap, jantungnya berdegup kencang menyadari lidahnya baru saja terpeleset terlalu jauh. Keheningan di ujung telepon dari suaminya, Anton, terasa seperti mata pisau yang siap menghujam. Ia harus segera memutar otak, mencari pembenaran yang masuk akal agar obsesinya terhadap Reno tidak terbongkar sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar hubungan profesional."Maksudku... Mas, kamu tahu kan aku sering pulang malam sejak ikut kelas kebugaran? Beberapa minggu lalu, mobilku sempat mogok di area yang cukup sepi saat pulang latihan. Reno yang membantuku, dia bahkan menemaniku sampai montir datang dan memastikan aku aman. Aku merasa punya hutang budi padanya. Dia orang baik, Mas, dan sekarang dia sedang hancur karena adiknya hilang. Aku hanya tidak ingin dicap sebagai orang kaya yang tidak tahu terima kasih,” terang Winda dengan suara mulai melunak, mencoba terdengar setenang mungkin meski tangannya gemetar.Di seberang telepon, Anton terdiam cukup lama. Ia menyesap cerutunya, mem
Last Updated : 2026-05-11 Read more