Di dalam sedan yang dikemudikan oleh Ryan, Eveline mengusap wajah Mario yang berkeringat. Bocah kecil itu tumpah tangisnya. Dipeluknya Eveline erat-erat seraya meminta maaf. “Maaf, Mama ….” “Kenapa harus minta maaf, Sayang?” tanya Eveline, menepuk lembut punggung kecilnya. Saat Mario melepas pelukannya, Eveline menghapus air mata yang ada di pipinya. “Karena Mario bertengkar dengan teman yang lain tadi.” Eveline tersenyum, “Sudah, tidak apa-apa. Yang penting besok jangan diulangi lagi. Ya?” Mario terdiam, pupil matanya bergerak gugup. “T-tidak janji,” jawabnya. “Kok tidak janji?” “Kalau mereka mengatakan hal buruk soal Mama lagi, Mario akan pukul mereka lagi.” Eveline menyentuh pucuk hidung Mario, tertawa lirih, “Sepertinya mereka tidak akan berani buat bilang yang buruk lagi. Mereka pasti takut sama kamu.” “Tapi mereka bukan hanya sekali ini saja bilang begitu, Mama … Mario selalu diam kalau mereka bilang Mari anak haram, tapi hari ini mereka mengatakan hal buruk soal Mama
اقرأ المزيد