Salsa termenung sejenak, matanya menatap kosong ke suatu titik. Keputusan ini terasa begitu berat.Kemudian, tatapannya kembali tertuju pada Doni, memancarkan keputusasaan yang tertahan."Yaudah, gue mau," ucap Salsa pelan, nyaris tak terdengar. "Tapi, lo janji mesti hapus video itu!"Doni tersenyum menang, rasa jijik muncul di wajah Salsa."Oke. Kita main di hotel bintang tiga saja, biar gampang dan cepat," ujar Doni santai, menyebut nama hotel check-in instan."Terserah lo," Salsa membalas dingin.Tiba-tiba, Nanang yang sudah selesai dan siap pulang menghampiri mereka."Yuk, Sa, balik," ajak Nanang riang.Salsa tercekat, harus berbohong di depan Doni."Sorry, Nang. Lo pulang duluan saja, ya. Soalnya gue lembur, ada yang masih gue kerjain.”Doni hanya menyeringai puas melihat sandiwara Salsa.“Yaudah, Pak, Sa. Gue duluan ya.” Nanang pamit dan segera menghilang.Doni tak menjawab, hanya mengangguk ke
Mehr lesen