Nanang tersentak, jelas sekali karena kedekatan ini bagian bawahnya tidak akan tenang.Pria mana yang tenang jika diperlakukan seperti ini.Namun, belum menjawab Lina nampaknya paham.“Mas Mau Lihat Dong!!!”Nanang menahan dirinya, ia berusaha menahan dirinya dengan menghindar. “Dek, jangan ya...”Mendadak Lina memegang benda keras itu dan Nanang makin terkejut. Tubuhnya langsung panas dingin. Sedangkan mata Lina sendiri malah berbinar,“Wihh besar banget yaa..” Gumamnya dan membuat Nanang makin malu.Nanang mendadak berdiri, ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama akan bahaya nantinya. “Mas pulang dulu ya, Dek, udah malem.”Lina langsung cemberut, “Ih Mas, kan mau pegang lagi!”“Nggak boleh.” Pertegas Nanang yang membuat Lina cemberutLalu Nanang mengusap kepalanya, “Jangan macam-macam ya Dek, Mas itu udah besar.”Lina diam saja, ia mengerti maksud Nanang, dia pria yang baik dan tak sepantasnya juga hal itu dilakukan oleh mereka. “K-kalau aku udah besar nanti, aku mau yang pertama pegan
Read more