"Masss, pliss dong..." Mohon Lina.Nanang terdiam sejenak ketika lirih suara Lina kembali menyentuh pendengarannya, nada manja. Ada jeda kecil di antara mereka, jeda yang cukup untuk membuat pikirannya melayang terlalu jauh.Nanang menelan ludah, berusaha menata ulang dirinya sendiri, karna apa pun yang sedang terpikirkan di kepalanya saat ini tidak seharusnya muncul di ruang kerja yang terang dan terbuka seperti ini. Dan kejadian tadi juga tidak seharusnya dilakukan disini.. bisa rusak sudah karirnya.Nanang menghela napas pelan sebelum akhirnya berkata, suaranya rendah dan nyaris berbisik, "Maaf, Bu... saya nggak bisa lanjutin lebih dari ini, kita masih di kantor. Suara desahan Ibu pasti akan membuat karyawan heboh dan mengundang curiga.""Lina mengerti, walaupun ini kantornya lebih tepatnya warisan dari orang tuanya juga. "Aku ngerti Mas. jawabnya pelan, seolah memahami kegelisahan Nanang lebih dari yang ia tunjukkan. Ia memiringkan kepala sedikit, lal
Read more