Sidang demi sidang akhirnya digelar. Nama Bu Wulan yang selama ini berdiri tegak dengan wibawa palsu itu runtuh perlahan di ruang pengadilan. Fakta-fakta yang selama ini terkubur dipaksa naik ke permukaan, satu per satu, tanpa ampun.Obat-obatan, jaringan manipulasi, kekerasan, pemerasan -semuanya terbuka di hadapan hukum. Wajah Bu Wulan yang dulu selalu rapi kini tampak kaku, matanya kosong, senyumnya lenyap. Tidak ada lagi kontrol. Tidak ada lagi sandiwara. Ia diadili, bukan sebagai figur terhormat, melainkan sebagai pelaku kejahatan yang selama ini bersembunyi di balik topeng moral.Kabar lain menyusul, menampar yang lain dari arah yang tak ia duga. Ade ternyata masih hidup. Lelaki itu memang sengaja menghilang, menipu banyak orang, termasuk Nanang. Niko selamat, ia dirawat intensif di rumah sakit, tubuhnya lemah namun napasnya stabil. Rini setia menunggu di samping ranjangnya, matanya sembab tapi penuh tekad. Dunia terus bergerak, orang-orang satu per satu bangkit
Read more