Nanang refleks memalingkan wajah, mengusap hidungnya dengan tisu yang Niko sodorkan. Darah sudah berhenti, tapi panas di kepalanya belum turun. Kedua wanita nakal itu benar-benar mengujinya, sunggu Nanang berusaha menahan diri sekuat tenaga.“Apaan maksud lo, Niko? Bukannya lo sama Rini?” Nanang tak habis pikir dari ajakan Niko yang ingin main bertiga.Padahal seingat Nanang, Niko sudah memiliki kekasih bernama Rini.Niko menyeringai lebar.“Maksud gue jelas lah, Bro,” katanya sambil menyandarkan punggung, nada suaranya terdengar sombong. “Gue udah putus sama Rini. Dari dulu juga kita bebas, dia nggak masalah gue main sama beberapa cewek. Main rame-rame itu biasa buat kita.”Nanang terdiam, tawaran yang beresiko, masalahnya Lina dan Nela dalam keadaan tak akur.Mana bisa bermain bertiga seperti itu. “Nggak bisa, Ko,” katanya tegas. “Masalah gue cukup runyam ini.”Niko mengangkat bahu.“Yahh, gue Cuma nawarin aja siapa tau terta
Read more