Di dalam mobil sport yang melaju membelah malam, Lisa fokus pada kemudi sementara Rian duduk santai, seolah-olah menikmati perjalanan tersebut.Aroma parfum Vania masih tertinggal di jasnya, tetapi kini aroma maskulin dari parfum Lisa jauh lebih kuat.Lisa sesekali melirik Rian, bibirnya melengkung membentuk senyum tipis."Vania terlalu emosional," cetus Lisa memecah keheningan, “dia CEO manja yang hebat, tapi dia lupa kalau di dunia kita, perasaan adalah celah yang paling berbahaya," sambungnya.Rian tertawa kecil, lalu menyandarkan kepalanya. "Kalian orang kaya memang punya sudut pandang yang unik. Lisa, dia tuh hampir kehilangan segalanya. Wajar aja sih kalo dia kaget trus manja sama aku, oh … ada kode apa tadi? Jangan bilang ini cuma alasan doang buat jauhkan aku dari Vania,” lanjutnya."Oh? Kau menuduhku cemburu? Cih," balas Lisa.‘Orang buta aja tau kalo kamu cemburu. Aku jinakkan dulu dia biar gak berisik,’ pikir Rian.Begitu sampai di apartemen Rian, Lisa langsung menyalakan
اقرأ المزيد