“Sialan, apalagi sih ini!” seru Rian.Risa semakin ketakutan, lelaki itu tidak menyadari perubahan ekspresi istrinya karena fokus bahaya yang akan datang.“Sayang, aku …,” ucap Risa yang terhenti karena dipotong.“Diem dulu, kamu berlindung di bawah meja. Jangan keluar apapun yang terjadi, cepat!” perintah Rian.Risa segera mengangguk patuh, dengan wajah ketakutan dia menuruti perintah Rian, untuk menyelinap masuk dan berlindung di balik kolong meja kerja yang tebal.Rian meminta sistem memadamkan lampu secara otomatis, berdiri tegak di tengah kegelapan ruangan dengan sikap siaga, meloloskan ikat pinggangnya untuk dijadikan senjata manual,sementara indera pendengarannya dipertajam, bersiap menyambut bahaya yang sudah berada di ambang pintu."Siapa di sana? Keluar dan tunjukkan wajahmu, jangan ngumpet kayak tikus!" tantang Rian.Bukannya jawaban vokal, sebuah tawa kecil yang terdengar sangat familier justru terdengar dari sudut ruangan yang paling gelap, disusul oleh pendaran cahaya da
اقرأ المزيد