“Pak Sebastian, Shelly ini benar-benar keterlaluan ….”Shanen kembali memanaskan suasana.Namun, Shelly langsung memotong ucapannya, “Jangan berusaha menghasut lagi. Kamu bahkan lebih bodoh daripada dia. Kamu hanya sedang dimanfaatkan Elora sebagai pion. Kalau terus begini, cepat atau lambat kamu akan menyeret Keluarga Gunawan ikut celaka.”Di dalam ruang VIP itu ada tiga orang.Dua di antaranya sudah memerah wajahnya, matanya melotot karena marah.Sedangkan satu orang lagi ….Meski juga kesal, ekspresinya masih tampak cukup tenang.Setelah mengatakan itu, Shelly langsung berbalik.Dia kembali ke ruang VIP sebelah, mengambil tasnya, lalu pergi.Tania segera berlari menyusulnya.Saat keluar, dia sempat melirik ke ruang VIP sebelah.Tepat terlihat dua orang yang wajahnya masih merah padam.“Kak Shelly, apa yang baru saja kamu lakukan?”Tania berlari kecil mengejar Shelly. “Jangan-jangan Kakak masuk dan melihat sesuatu yang seharusnya nggak dilihat?”Shelly, “Iya, seharusnya hari ini aku
Read more