“Aku benar-benar bukan ibu yang baik sampai nggak sadar Nana sakit. Kalau nggak ada Kak Ratih, dia mungkin sudah demam sampai jadi bodoh dan aku masih nggak tahu apa yang terjadi.”Shelly mengambil dua lembar tisu dan menyerahkannya kepada Saryna. “Kamu sudah jadi ibu. Jangan menangis. Kamu harus jadi teladan untuk anakmu.”Saryna mendongakkan kepala, lalu menutupi matanya dengan tisu. Tak lama kemudian, tisu itu sudah basah oleh air mata.“Shelly, kehidupan yang kujalani sekarang benar-benar di luar rencanaku. Dulu aku berpikir membesarkan anak itu cukup dengan memberinya uang yang banyak.”Tapi setelah anak ini lahir, banyak hal yang tidak bisa dikendalikan.Dia ingin menjadi ibu yang santai. Kalau sedang senggang, dia bisa menggendong anak dan memanjakannya sebentar. Kalau ada urusan, dia cukup menyerahkannya pada pengasuh.Nyatanya, saat anak menangis, dia ikut sakit hati. Seberapa capek pun, dia tetap memaksakan diri menemaninya bermain.Kalau anak sakit, hatinya pun ikut hancur.
Read more