共有

Bab 405

作者: Ratih Larasati
Agnes sedang menikmati teh sore bersama Shanen.

Dia segera meletakkan cangkir tehnya dan berdiri. “Nggak ada urusan antara kami dan Jeffry. Mana mungkin kami menyinggungnya?”

“Kalau begitu, kenapa orang suruhan Jeffry datang mencariku dan meminta penjelasan?”

Johan melempar tas kerjanya ke atas sofa. “Jangan-jangan berita yang beredar di internet itu ada hubungannya dengan kalian?”

Tatapan Shanen langsung bergetar. Dia tidak berani menatap mata Johan.

Agnes justru tampak kebingungan. “Berita apa
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Misni
udh beberapa hari gakk bacaa... kirain ada kemajuan ceritanya... gak tahunyantetap dj tepat gak ada pergerakan
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 434

    Shelly menghabiskan sekitar sepuluh menit untuk membuat semangkuk sup penawar mabuk sederhana.Dia membawanya keluar dan meletakkannya di depan Harrison.Uap hangat mengepul di antara mereka.Di luar rumah, melalui jendela dapur, Jeffry langsung melihat pemandangan di dalam.Dari sudut pandangnya, Shelly dan Harrison tampak duduk berdampingan di ruang tamu.Alis Jeffry langsung berkerut.Tatapannya menjadi semakin dalam.Dia mengeluarkan sebatang rokok dari saku, menyelipkannya di bibir, lalu menyalakannya.Padahal di dalam rumah .…Shelly dan Harrison sebenarnya duduk dengan jarak hampir dua meter.Shelly menoleh kepadanya.“Sekarang kamu bisa mulai bicara?”Harrison meniup pelan sup panas di mangkuknya sebelum berkata, “Pengurus panti asuhan kalian … sudah menghabiskan semua uang yang kamu dan Saryna berikan.”Harrison menghela napas dengan nada menyesal. “Dia berjudi. Kamu tahu?”Mata Shelly langsung membelalak. Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.“Kamu … nggak salah? “Aku nggak mu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 433

    Di dalam mobil … tangan Jeffry yang baru saja hendak melepaskan sabuk pengaman tiba-tiba berhenti.Tatapannya yang dalam tertuju pada Shelly yang membungkuk masuk ke dalam mobil.Tanpa sedikit pun keraguan … mobil Shelly langsung melaju pergi.Bibir Jeffry mengatup membentuk garis lurus.Rahangnya yang tegas tampak semakin kaku, sementara sorot matanya diselimuti kesuraman.Pandangannya terus mengikuti arah mobil Shelly hingga menghilang dari kejauhan.Di depan restoran … Diana juga baru saja keluar. Dia berdiri mematung, menatap mobil yang melaju semakin jauh.“Pergi. Minta rekaman CCTV dari pihak restoran,” perintahnya kepada sopir.Sopir itu segera berbalik untuk mengurusnya.Jantung Diana berdegup semakin cepat.Wajah cantik wanita tadi mengingatkannya pada dirinya sendiri saat masih muda.Walaupun dia merasa ucapan Bibi Yanti terlalu mustahil untuk dipercaya .…Entah kenapa, secercah harapan mulai tumbuh di dalam hatinya.“Nyonya Diana.”Diana menoleh. Seorang pria berdiri di bela

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 432

    Dibandingkan restoran yang dipilih Bibi Yanti tadi, restoran ini jauh lebih terjangkau.Mereka memilih duduk di dekat jendela, memesan beberapa hidangan sederhana, lalu kembali membahas kejadian barusan sambil menunggu makanan datang.“Bibi Yanti juga belum bilang siapa yang mengurus panti asuhan sekarang.”Tiba-tiba Saryna seperti teringat sesuatu. Dia segera mengeluarkan ponselnya.“Aku tanya Jessica saja.”Sebelum meninggalkan Tavira, mereka memang sudah membelikan Jessica sebuah ponsel.Saat tinggal di asrama sekolah, ponselnya disimpan oleh guru.Namun setiap akhir pekan ketika pulang ke panti asuhan, Jessica bisa menghubungi mereka kapan saja.Kebetulan hari itu adalah hari Sabtu, dan Jessica sedang libur.“Anak itu memang beda dari yang lain. Nggak ada yang melarang pun dia jarang pegang ponsel. Mungkin sekarang lagi belajar dan ponselnya disetel mode senyap. Sudah lama sekali masih belum balas pesanku.”Saryna menunggu cukup lama, tetapi tetap tidak mendapat balasan.“Telepon s

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 431

    Pelayan sudah berdiri di samping meja sambil menunggu mereka memesan. Namun Saryna terus saja membicarakan soal Keluarga Gunawan.Sebelum mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, dia bahkan tidak sanggup makan.Shelly akhirnya menarik tangan Saryna untuk berdiri.Lalu dia berkata kepada pelayan dengan nada meminta maaf, “Maaf, kami mendadak ada urusan. Kami nggak jadi makan.”Saryna membiarkan dirinya ditarik keluar menuju mobil.Begitu masuk ke dalam mobil, dia langsung mulai menghubungi kenalan-kenalannya untuk mencari tahu tentang Keluarga Gunawan.Tidak jauh dari sana .…Di sebuah sudut yang tersembunyi, Bibi Yanti memperhatikan mobil Shelly dan Saryna pergi.Barulah dia menoleh kepada seorang wanita berusia sekitar empat puluhan yang berdiri di sampingnya.“Nyonya Diana … apa nyonya nggak merasa salah satu dari mereka sangat familiar?”“Apa sebenarnya maksudmu?” Diana Sulistiani menatapnya dengan tidak percaya. “Kenapa tiba-tiba membawaku melihat dua wanita itu?”Bibi Yanti langsun

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 430

    Shelly dan Saryna saling bertatapan. Keduanya sama-sama menangkap sesuatu dari tatapan satu sama lain.“Tahu.” Shelly menjawab dengan nada santai sambil menunduk dan memainkan ponselnya, seolah tidak terlalu peduli.Bibi Yanti sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan dan merendahkan suaranya. “Kalian sudah pernah berinteraksi dengan mereka?”Gerakan jari Shelly di layar ponsel langsung terhenti. Dia mengunci ponselnya, lalu menatap Bibi Yanti.“Kalau memang ada sesuatu, Bibi bisa langsung bilang saja.”“Kenapa bicara berputar-putar begitu?” Saryna akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya. “Memangnya kenapa? Bibi orang Keluarga Gunawan?”Bibi Yanti segera menggeleng. “Tentu saja bukan. Aku cuma mau ingatkan kalian untuk menjauhi orang-orang Keluarga Gunawan.”“Kenapa?” tanya Shelly singkat.“Nggak ada alasan. Memangnya aku akan mencelakakan kalian?”Wajah Bibi Yanti dipenuhi ekspresi seolah-olah dia benar-benar memikirkan kebaikan mereka. “Kalian berdua selalu begitu, dikasih tahu apa p

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 429

    Jeffry, “Kamu bertanya padaku?”Maxwell langsung terdiam.Sikap Keluarga Gunawan terhadap Shelly memang terlalu mencurigakan.Namun kalau memang ingin menyelidikinya, mereka tetap membutuhkan arah.Kalau tidak, mereka bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.Jeffry berkata pelan, “Selidiki semua kemungkinan yang pernah kamu pikirkan.”Satu kalimat singkat itu berisi tugas yang luar biasa besar terhadap Maxwell.Maxwell berkali-kali ingin memohon belas kasihan, tapi pada akhirnya dia hanya menelan semua keluhannya. Sebab, dia tahu tidak ada gunanya mengatakannya.Meski dirinya harus bekerja sampai kelelahan, Jeffry tetap tidak akan peduli.Apa yang Jeffry inginkan hanyalah hasil.“Baik, Pak.”Terdengar ketukan di pintu kantor. Jeffry mengakhiri panggilan telepon, lalu berkata singkat, “Masuk.”Tania membuka pintu. Ekspresinya tampak sedikit panik.“Pak Jeffry, Bu Melly datang.”“Siapa?” Jeffry mengernyit dan menoleh.Tania mengulanginya, “Bu Melly.”Belum sempat kata-katanya selesai, Me

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status