Share

Bab 59

Author: MISTERIOUS
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-01 21:14:46

“Bagus!”

Suara tepukan tangan itu berhenti bersamaan dengan munculnya sosok yang berjalan santai dari belakang kerumunan. Sepatu kulitnya berkilau, langkahnya tenang, tapi aura angkuhnya begitu jelas terasa.

Ruan An.

Ia berdiri tidak jauh dari mereka, bibirnya melengkung tipis, seolah seluruh situasi ini hanyalah hiburan murahan.

“Jadi beginikah cara kalian bekerja?” katanya ringan, namun setiap kata mengandung sindiran. “Langsung percaya pada sekelompok orang yang bahkan tidak bisa menunjukkan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 127

    Mata Wen Long memerah karena emosi."Dia murid pendeta tua itu! Menurut kalian menyerah akan menyelamatkan nyawa? Kalian semua sudah terlibat terlalu jauh!"Kata-kata itu membuat Qin Yushuo membeku.Benar.Jika Li Mingzi memang berniat membunuh mereka, berlutut pun belum tentu bisa menyelamatkan nyawa.Ekspresinya berubah drastis.Seolah sebuah keputusan telah dibuat dalam benaknya.Tiba-tiba ia mencabut pistol dari balik jas.Klik!"Qin Yushuo!" teriak Lu Jiyan.Bang! Bang! Bang! Bang!Rentetan peluru langsung melesat ke arah Li Mingzi.Bai Yumeng sampai berdiri dari tempat duduknya, sementara Tuan Wang menyipitkan mata.Namun Li Mingzi tetap tidak bergerak. Ia hanya mengibaskan lengan bajunya.Wuuung!Pemandangan yang terjadi setelahnya membuat semua orang kehilangan kemampuan berbicara.Satu demi satu peluru berhenti di udara.Benar-benar berhenti.Seolah waktu membeku di sekitar tubuh Li Mingzi.Mata Qin Yushuo membelalak lebar."Aku... aku..."Ting! Ting! Ting!Peluru-peluru itu

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 126

    Pendekar pengguna Telapak Pemecah Karang itu langsung memerah karena marah. Urat-urat di lehernya menonjol jelas, sementara sorot matanya dipenuhi amarah. Sebagai praktisi bela diri yang cukup terkenal di kalangannya, belum pernah ada orang yang berani menghina jurus andalannya secara terang-terangan seperti itu."Kau cari mati!" bentaknya.Di saat yang sama, empat pendekar berbaju hitam lainnya saling bertukar pandang. Setelah menyaksikan rekan mereka dipermalukan, mereka tidak lagi berani meremehkan Li Mingzi. Tanpa perlu berkomunikasi lebih lanjut, mereka langsung bergerak dari berbagai arah."Serang bersama!""Jangan beri dia kesempatan!"Dua orang menyerbu dari samping, satu dari belakang, sementara seorang lainnya mengangkat tangan dan diam-diam menyiapkan senjata rahasia. Serangan mereka datang hampir bersamaan, menutup seluruh jalur mundur Li Mingzi.Namun Li Mingzi sama sekali tidak terlihat panik. Tubuhnya hanya bergeser setengah langkah dengan gerakan yang begitu ringan hi

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 125

    "Bukan kau, juga bukan pendeta tua itu, lalu siapa?" Lu Jiyan mendengus, matanya menyapu ruangan dengan curiga.Qin Yushuo mengernyitkan dahi. "Jangan-jangan kau sengaja membuang waktu?"Wen Long tidak menunggu jawaban. Rahangnya mengeras, dan dengan gerakan tangan kecil ia memberi isyarat."Bunuh dia."Seorang pendekar berbaju hitam melesat dari sudut ruangan, gerakannya cepat, nyaris tanpa suara. Jari-jarinya mencengkeram ke arah tenggorokan Tuan Wang seperti cakar elang yang menukik.Tidak ada yang sempat bergerak.Tiba-tiba sesosok bayangan biru menghadang di depan Tuan Wang. Satu tangan terangkat, menangkap pergelangan pendekar itu di udara, lalu dengan gerakan pelan yang hampir terasa santai, "krak", tulangnya patah.Jeritan kesakitan membelah ruangan.Si pendekar menyentak mundur, tangan kirinya melempar tiga pisau terbang dalam kepanikan. Li Mingzi hanya mengibaskan lengan bajunya. Tiga pisau itu berbalik, menembus punggung pelemparnya sendiri. Tubuh pendekar itu roboh tanpa s

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 124

    Qin Yushuo melangkah maju saat Tuan Wang tiba di aula. Senyumnya lebar, tangannya terentang seolah menyambut tamu kehormatan."Tuan Wang, akhirnya kita bertemu juga. Saya Qin Yushuo dari..."Tuan Wang melewatinya begitu saja. Bahkan tidak melirik sekalipun.Qin Yushuo berhenti di tengah kalimat. Tangannya masih terentang di udara. Beberapa detik berlalu sebelum dia akhirnya menurunkannya dengan pelan sambil berpura-pura batuk.Wen Long justru melangkah maju dengan ekspresi yang berbeda. Ada sesuatu yang membara di matanya, campuran antara dendam yang lama dipendam dan kepuasan."Tuan Wang," suaranya bergetar tipis. "Aku telah menunggu hari ini begitu lama. Bagaimana perasaanmu?"Tuan Wang tidak menjawab. Dia berjalan ke sofa panjang di sisi ruangan, duduk dengan tenang, lalu mengeluarkan sebuah jam saku. Dibukanya tutup jam itu, dipandanginya sebentar, lalu ditutup kembali. Sedikitpun ia tidak menatap ke arah Wen Long.Wen Long terdiam di tengah ruangan. Rahangnya mengeras. Urat di le

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 123

    Seluruh kelompok langsung bergerak menyebar menyebar tanpa memedulikan Li Mingzi dan Lin Fang.Mereka tiba di sebuah ruangan luas yang sunyi. Tidak ada pelayan atau penjaga di sana.Wen Long menyapu pandangan ke segala arah. Setelah beberapa saat mengamati, dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kewaspadaannya sedikit demi sedikit mengendur.Dia mengangkat tangan. "Naik. Tangkap dia hidup-hidup."Beberapa anak buah segera bergerak menuju tangga besar yang mengarah ke lantai dua.Tap. Tap. Tap.Suara langkah kaki bergema di dalam villa. Namun tepat saat penjaga pertama menginjak anak tangga kelima,Dor!Ledakan senjata api memecah keheningan. Tubuh pria itu terhuyung. Matanya membelalak. Di dadanya muncul lubang berdarah sebesar kepalan tangan. Sesaat kemudian tubuhnya jatuh menuruni tangga, darah segar menyebar di lantai marmer."Musuh! Cari perlindungan!"Kerumunan langsung kacau. Para penjaga buru-buru berlindung di balik sofa, pilar, dan meja sambil mengangkat senjata. R

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 122

    "Pergi sana."Bugh!Kaki Li Mingzi melayang ringan.Anjing pudel kecil yang hampir mengencingi sepatunya itu terlempar beberapa meter dan berguling di trotoar."Hei! Apa yang kau lakukan?!"Seorang wanita gemuk berlari menghampiri sambil memeluk anjingnya erat-erat, matanya memelototi Li Mingzi dengan marah."Itu anjingku!"Li Mingzi menggaruk pipinya."Dia hampir mengencingi sepatuku.""Dia hanya kencing!" bentak wanita itu."Oh."Li Mingzi mengangguk seolah mengerti. Lalu, di luar dugaan semua orang, dia kembali mengangkat kaki.Bugh!Pudel itu kembali melayang. Kali ini sampai menyeberangi jalan dan jatuh ke semak-semak di seberang."Tidakk!"Teriakan wanita itu bergema di jalanan saat dia berlari menyeberang untuk menyelamatkan anjingnya.Li Mingzi justru tersenyum lebar."Aku sudah menemukan ide."Dia mengangkat ponsel ke telinga."Tuan Wang."Suara tenang menyahut dari seberang. "Bagaimana, Tuan?"Li Mingzi melirik ke arah semak tempat pudel jatuh."Kita tidak perlu menunggu mer

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 31

    Ren Juko bangkit dari kursi. Senyumnya melebar, penuh kepercayaan diri yang berlebihan. Ia menatap para pemegang saham satu per satu."Tuan-tuan sekalian," ucapnya lembut namun meyakinkan. "Mari berpikir jernih. Jika kalian bekerja sama dengan Kamar Dagang Air Manis, setiap orang di ruangan ini bis

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 27

    Pernyataan polos itu jatuh begitu saja, tapi efeknya seperti petir di siang bolong. Tuan Tua Bai yang baru saja siuman mengernyit dalam. Ingatannya memang belum pulih sepenuhnya, namun satu hal ia yakini, tunangan cucunya adalah Tuan Muda Wen. Bukan pemuda asing yang berdiri santai di hadapannya i

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 25

    Tabib Su terdiam beberapa saat. Wajah tuanya menegang, lalu perlahan berubah getir. Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya menunduk.“Jika dibandingkan… aku bahkan tidak layak disebut murid di hadapannya,” ucapnya pelan, namun cukup jelas untuk didengar semua orang.Kata-kata itu seperti palu y

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 24

    Keluarga Bai yang lain pun terkejut. Mulut mereka terbuka, tak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Ini pertama kalinya mereka melihat Bai Yumeng, sang dewi es yang terkenal dingin, memegang tangan seorang pria dengan begitu intim.Bai Yumeng mengabaikan keterkejutan mereka. "Aku ingin membawan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status