Suasana di dalam kamar masih terasa mencekam ketika Kaliel akhirnya masuk kembali. Ia segera menyadari ketegangan yang menggantung di udara antara Tatiana dan Bram. Tanpa membuang waktu, Kaliel berdiri di depan tempat tidur Tatiana, menghalangi pandangan Bram."Sudah malam," ujar Kaliel dingin, bahkan satu tangannya sudah tersimpan di saku celana. "Tatiana butuh istirahat. Aku akan mengantar kalian ke depan."Elise tampak ingin memprotes, namun ia melihat urat leher Kaliel yang menebal. Dengan gerakan anggun, Elise melingkarkan tangannya di lengan Kaliel, seolah sengaja memamerkan kepemilikannya di depan Tatiana."Kau benar, Sayang. Mari kita pulang," bisik Elise cukup keras hingga terdengar oleh Tatiana. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Kaliel. "Lagi pula, ranjang dirumah terasa sangat dingin tanpamu akhir-akhir i
Terakhir Diperbarui : 2026-04-27 Baca selengkapnya