BRAAAK...!!!Puing-puing kayu dari meja hitam yang hancur lebur itu beterbangan ke segala arah. Jika saja refleks Jangsam terlambat sedetik saja untuk menghindar, mungkin tubuhnya sendiri yang akan bernasib tragis, terbelah menjadi dua oleh tebasan silang yang mengerikan itu."Aku tidak akan pernah segan atau ragu sedikit pun untuk menghabisi bajingan pemerkosa sepertimu!" geram Peng Garyeon, napasnya memburu menderu."Kata-katamu sungguh kasar dan kotor untuk wanita yang memiliki pangkat serta status tinggi di aliansi ini!" cibir Jangsam sembari membenahi posisinya."Aku tidak sudi menyaring kata-kataku di hadapan seorang kriminal rendahan, pemerkosa, dan pembunuh berdarah dingin seperti dirimu!"Dituduh secara beruntun membuat rahang Jangsam mengeras. "Dari tadi kau terus saja memanggilku pemerkosa... Kau benar-benar akan menyesali ucapanmu itu, Madam," sahut Jangsam, kilat kesal dan amarah y
Read More