Suasana ruang sidang mendadak hening seketika saat hakim mengetukkan palu kayu. Glena duduk di bangku deretan depan dengan punggung tegak, melipat tangan di dada. Pandangannya lurus, mengunci sosok Anton yang duduk di kursi terdakwa dengan bahu yang layu."Menimbang seluruh bukti-bukti otentik, kesaksian para ahli, serta rekam jejak digital yang tidak terbantahkan," suara hakim menggema melalui pengeras suara, memecah kesunyian yang mencekam.Anton meremas jemarinya sendiri. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Di baris belakangnya, Dinda, Maya, dan Rania saling berpegangan tangan, wajah mereka sepucat kertas."Maka dengan ini, mengadili terdakwa satu, Anton Wijaya," lanjut Hakim Ketua, menjeda kalimatnya sejenak demi membaca berkas di tangannya."Atas dakwaan Pencurian Aset yang dilaporkan oleh saudari Glena, menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara. Atas tindakan Manipulasi Sertifikasi Harta, menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara. Atas tindakan Perzinaan dan Perselingkuhan, menjatuhk
Read more