“Buat apa aku nanya itu? Apa Mami gak curiga?” tanya Karin sambil melirik ke Silvi, Silvi yang membawa mobilnya dan mengantarnya pulang ke rumah. “Makanya, aku juga lagi mikir itu,” jawab Silvi. Karin berpikir keras, ia juga bingung memberikan alasan yang tepat. Apa ia samakan saja seperti saat ia bertanya pada Kakek Billy.Namun, semua itu seharusnya sudah jelas untuk Karin. “Udahlah tanya biasa aja, jangan kelihatan banget kalau kamu pulang cuma mau menanyakan itu saja,” jawab Silvi. Karin mengangguk. Setelah sampai ke rumahnya, Karin langsung turun tapi Silvi tidak, ia tidak mau mampir, takut ketemu dengan Papi Rion, lebih takut lagi kalau Papi Rion memanfaatkan tubuhnya. Silvi tidak mau dijadikan budak ranjang oleh Papi Rion. Seperti biasa, rumah sepi. Tidak ada penghuni, mungkin Mami Kaina juga belum pulang. Saat Karin menuju kamar Maminya, tidak ada tanda-tanda ada orang tuanya. “Bik, Mami ada atau Papi?” tanya Karin saat melihat ada pembantunya di dapur. “Nyonya pergi de
Baca selengkapnya