共有

Bab 282 Tidak Tahan Lagi

last update 公開日: 2026-08-20 13:24:05

Land Rover Range Rover 3.0 LWB SV terparkir bebas di cafe tempat Karin nongkrong, katanya tadi sudah dekat, ternyata Karin yang lebih dulu sampai, ia juga sudah menghabiskan secangkir kopi pahit tapi Arlan dan Renata belum juga sampai.

Wajah Karin mendadak masam saat melihat kedua orang itu berjalan ke arahnya dan yang membuat Karin muak adalah tangan Renata yang tidak henti bergelayut di lengan kekar Arlan.

“Sorry, Karin. Tadi aku minta temenin Arlan untuk membeli kue, anakku suka sekali kue
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Fahrina Sianturi
buka satu .....mau lanjut baca.mmmm
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 636 Mereka Akan Tahu Aku Yang Sesungguhnya

    “Huft!”Karin merapatkan benaman tubuhnya ke dada Arlan begitu mereka berhasil masuk dan mengunci pintu kamar mereka sendiri.Sisa-sisa ketegangan dari konfrontasi di kamar sebelah masih membuat dadanya bergemuruh hebat.Sambil berjalan perlahan menuju tepi ranjang, Karin mulai menumpahkan segala kekhawatiran yang sedari tadi ia tahan di depan Laura.“Moreno sangat menyeramkan, Sayang....”Cerita Karin dengan suara yang sedikit bergetar, menatap suaminya dengan mata cemas.“Aku sempat lihat tangannya tadi terluka, entah karena mendobrak pintu atau apa, tapi dia sama sekali gak merasa sakit. Tatapan matanya ... matanya seolah-olah ingin membunuh Dimas malam ini juga.”Arlan diam mendengarkan, ia membantu melepas syal yang dikenakan Karin lalu menuntun istrinya untuk duduk di ranjang.“Aku sangat khawatir Laura akan kembali jadi target utamanya seperti kemarin,” lanjut Karin dengan napas yang memburu halus.Bayangan masa lalu saat Laura disekap kembali berputar di otaknya.“Bagaimana ka

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 635 Ancaman Balik Dokter Dimas

    Setelah pintu kamar hotel tertutup rapat dan langkah kaki Moreno beserta rombongannya menjauh, keheningan yang pekat kembali melingkupi ruangan.Dimas menghembuskan napas panjang, mencoba meredakan sisa ketegangan yang sempat membakar dadanya. Ia segera berbalik menatap Arlan.“Dokter Arlan, sekali lagi terima kasih banyak. Kalau bukan karena bantuanmu dan kehadiran polisi tadi, aku tidak tau apa yang akan dilakukan pria nekat itu pada Laura,” ucap Dimas dengan ketulusan yang mendalam.Arlan hanya mengangguk pelan, menepuk bahu Dimas sebagai tanda bahwa mereka kini berada di pihak yang sama dalam menghadapi ancaman Moreno.Sementara itu, di sudut ranjang, Karin terus mendekap tubuh Laura yang masih menggigil hebat.Air mata Laura tumpah ruah, membasahi pundak sang kembar. Ketakutan yang amat sangat mencengkram batinnya.“Moreno sudah pergi dan kamu aman sekarang, Laura. Dia gak akan bisa menyentuhmu lagi di sini,” bisik Karin mencoba menenangkan, mengusap punggung adiknya dengan lembu

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 634 Perang Sesungguhnya Di Mulai

    Pintu toilet perlahan terbuka.Laura melangkah keluar didampingi oleh Karin, kini ia telah mengenakan pakaian yang sopan dan rapi, meski sisa-sisa trauma masih membekas jelas di wajah pucatnya.Kehadirannya langsung membuat seisi ruangan terdiam.Perwira polisi yang memimpin pemeriksaan menatap Laura dengan sopan dan adil.Setelah mencermati kedua bukti, surat pernikahan siri dari Dimas serta berkas pendaftaran KUA sepihak dari Moreno, polisi tersebut mengambil posisi netral namun tegas sesuai koridor hukum yang berlaku.“Selamat malam, Ibu Laura. Saya dari pihak kepolisian,” sapa perwira tersebut dengan nada tenang guna meredakan ketakutan Laura.“Kami sudah memeriksa berkas dari kedua belah pihak. Berkas dari Pak Moreno menunjukkan adanya rencana pernikahan hukum minggu ini. Namun, Dokter Dimas juga menunjukkan bukti pernikahan siri yang menyatakan Anda sudah sah secara agama hari ini.”Polisi itu menjeda kalimatnya, menatap lurus ke mata Laura.“Dalam hukum, rencana pernikahan nega

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 633 Manifes Yang Kini Tidak Berarti

    “Kau sungguh tidak mau ikut denganku, Laura?”Ketegangan di dalam kamar hotel yang remang itu kian mencekam ketika Moreno mulai kehilangan seluruh akal sehatnya.Karin yang sedari tadi berdiri di belakang punggung Arlan mencengkram kemeja suaminya dengan tangan gemetar.Rasa khawatir menjalar hebat di dadanya melihat koridor hotel di luar sudah dipenuhi poros bodyguard berbadan tegap yang dibawa oleh Moreno.Karin didera ketakutan luar biasa jika malam ini mereka semua akan dipaksa tunduk oleh kuasa pria itu. Ia bahkan tidak berani melangkah mendekat karena Arlan sejak awal sudah melarangnya demi keselamatannya.Dari posisinya, Karin bisa melihat dengan jelas bagaimana tubuh Laura menggigil hebat karena tekanan emosional yang luar biasa, memeluk Dimas dengan begitu kuat seolah mencari perlindungan dari situasi yang mengancam ini.“Laura!” jerit Moreno dengan suara tegas yang menggelegar, memperingatkan Laura untuk melepaskan pelukannya.“Lepaskan dia dan kembali denganku malam ini! Ak

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 632 Ketulusan Yang Tidak Berarti

    Sebelum Moreno sempat melangkah lebih dekat ke arah ranjang, pintu kamar terbuka lebar dengan bantingan keras. Arlan melangkah masuk dengan aura intimidasi yang luar biasa pekat, disusul oleh Karin di belakangnya yang langsung memasang wajah tegang namun penuh keberanian.“Stop!” ucap Arlan dengan kesal.Melihat Laura berlindung di balik punggung Dimas dengan tubuh gemetar, darah Arlan mendidih. Ia langsung mengambil posisi di baris paling depan, berdiri tegap di antara Moreno dan pasangan suami istri baru tersebut.Langkah kakinya yang mantap seketika memotong ruang gerak Moreno.Arlan mengangkat tangan kanannya, menunjuk tepat di depan wajah Moreno dengan tatapan mata yang luar biasa dingin dan sinis.“Siapa kau, Moreno?” desis Arlan, suaranya tidak tinggi namun getaran otoritas di dalamnya sanggup membungkam ruangan yang tadinya bising.Moreno tertegun sejenak, urat di pelipisnya masih menegang hebat.“Kemarin, aku biarkan kau sombong menunjukkan kuasamu karena aku malas melayani k

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 631 Aku Melayani Suamiku, Aku Bukan Jalang!

    “Eugh!” Laura mendesah dengan begitu lembut saat Dimas memulai permainannya di ranjang. Ini malam pertama, tapi Dimas bukan pertama kali melihat miliknya. Andai saja Laura tahu kalau ia akan ternoda oleh Moreno, lebih baik malam itu ia serahkan sepenuhnya tubuh indahnya pada Dimas. Setidaknya Laura tidak akan pernah menyesal. “Kamu menikmatinya?” tanya Dimas dengan begitu lembut di telinga Laura, Laura mengangguk pelan dan tersenyum getir.Laura takut Dimas jijik dengannya, ia bukan perawan!Hamil anak Moreno. Tidak ada yang bisa diharapkan darinya tapi Laura melihat tidak ada gurat penyesalan dari wajah Dimas.“Ya, Dok. Ahhhh. Pelan ya, Sayang.” Laura mencengkram lembut bahu Dimas saat Dimas mulai menekan inti tubuhnya.Di bawah temaram lampu kamar yang sunyi, waktu seolah berjalan melambat.“Ouhhh.”Dimas bergerak dengan sangat perlahan, menepati janjinya untuk menjaga Laura dan janin di dalam kandungannya dengan penuh kehati-hatian.Ini pertama kalinya mereka saling memiliki, d

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status