Setelah menemani dr. Renata, Karin kembali lagi ke menulis hasil anamnesisnya ke dalam status rekam medis, hari ini tidak ada diskusi kasus dengan Residen ataupun Konsulen. Jadi, Karin bisa pulang cepat. Ia juga sudah tidak sabar untuk tinggal di tempat barunya dengan Silvi. “Sil, itu kok kayak Xavier?” Dari jauh, Karin sudah melihat sosok tinggi dengan tubuh yang ideal, berdiri di dekat parkiran mobilnya. Tapi Xavier tidak memberitahu kalau ia mau menjemput Karin. “Iya Rin, ya udah kamu sama dia aja, aku yang bawa mobil kamu,” ucap Silvi. Karin mengajak Silvi mendekati Xavier dan pria itu langsung tersenyum. “Sorry, aku gak ngomong. Aku mau beri kamu kejutan dan bantu pindahan ke apartemen barumu, aku juga menyiapkan hadiah untuk kalian,” ucap Xavier sambil menunjukkan barang-barang yang dibelinya untuk kebutuhan sehari-hari Karin dan Silvi, banyak dan lengkap sekali, dari yang kecil seperti sabun sampai sembako. Ya ampun, pria ini sungguh unik pikir Karin. Xavier tidak malu be
Read more