“Kenapa Sayang? Kok sedih gitu wajahnya?” tanya Arlan sambil mengusap pipi Karin. Mereka ingin pulang tapi sudah tanggung, makanya Arlan dan Karin mengambil penerbangan malam. Supaya pagi sampai sore bisa menikmati hidup di Bali. “Gak ada, Silvi tadi.” “Ngomong apa?” Arlan menyeruput kopi yang sudah disiapkan, setengah tubuhnya masuk ke kolam. “Masalah kemarin,” jawab Karin. Ternyata Karin masih memikirkan itu, Arlan juga terkejut dan lebih terkejut lagi, ternyata Rion juga suka bercinta yang kasar.“Mami kamu sudah tau?” tanya Arlan, ia tidak suka ikut campur, karena ia saja sama gilanya dengan Rion. Rion belum tahu saja kalau Arlan bercinta dengan Karin, kalau Rion sudah tahu, Rion pasti akan mencabik-cabik tubuh Arlan karena sudah berani menodai putri kecilnya. “Walaupun Mami tau, Mami pasti pura-pura gak tau, Mami gak mau cerai, dok. Dia mencintai Papi, kemarin juga aku udah kasih tau Mami kalau Papi bercinta dengan Clara, dia cuma buang ranjang di rumah.” Arlan tersenyum g
Baca selengkapnya